
Halmahera Selatan // patroli86.com// –
Sejumlah Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang tergabung dalam Cipayung Plus Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), resmi menarik mandat mereka dari pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD II KNPI Halsel. Pernyataan itu disampaikan secara terbuka usai konsolidasi internal Cipayung Plus pada Senin (3/9/2025).
Langkah tegas ini diambil bukan tanpa alasan. Para pemuda menilai Musda yang digelar jauh dari prinsip demokrasi kepemudaan. Bahkan, mereka menuding DPD I KNPI Maluku Utara ikut gagal menjaga marwah organisasi karena membiarkan prosedur yang semestinya dijalankan justru diabaikan.
,“Musda ini cacat prosedur dan dipaksakan. Karateker Ongki Nyong belum menyelesaikan kewajibannya, termasuk tahapan Rapimpurda, tapi Musda tetap digelar. Ini menunjukkan ada sesuatu yang tidak beres,” tegas perwakilan Cipayung Plus dengan nada kecewa.
Kekecewaan itu makin dalam karena proses Musda dianggap sekadar formalitas yang kehilangan ruh demokrasi. Bagi mereka, kondisi ini bukan hanya merusak tatanan organisasi kepemudaan, tetapi juga mencederai semangat persatuan pemuda Halsel.
,“Seharusnya KNPI menjadi wadah pemersatu, tapi dengan cara-cara seperti ini justru menimbulkan perpecahan. Kami menarik mandat karena tidak ingin menjadi bagian dari proses yang penuh rekayasa,” sambung mereka.
Sikap penarikan mandat ini memberi sinyal jelas bahwa pemuda Halsel kecewa dan menolak Musda yang dipandang hanya mementingkan kepentingan segelintir pihak. Bagi Cipayung Plus, langkah ini adalah bentuk perlawanan moral agar suara pemuda tidak dipermainkan demi kepentingan politik jangka pendek.
(Tim Red)








