
LABUHA, Halmahera Selatan //patroli86.com// – Anggota DPRD Kabupaten Halmahera Selatan, Masdar Mansur, akhirnya angkat bicara soal unggahan di akun Facebook pribadinya yang sempat menuai kontroversi publik. Unggahan itu berisi kalimat “Yang mau bubarkan itu orang GOBLOK (K-nya 10)” yang memicu reaksi beragam, khususnya di kalangan masyarakat dan politikus lokal.
Dalam konferensi pers, Masdar menegaskan bahwa pernyataan tersebut bukan ditulis olehnya secara pribadi. Ia mengungkapkan bahwa unggahan itu berasal dari calon istrinya, Ichy Amahoru, yang saat itu sedang menggunakan akun media sosial miliknya.
Ichy Amahoru yang turut hadir dalam kesempatan tersebut mengakui bahwa unggahan tersebut murni berasal dari pemikirannya. Ia menjelaskan, narasi itu dilatarbelakangi pandangan politiknya terkait sejarah ketika Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pernah mengeluarkan dekrit pembubaran DPR, namun kemudian dibatalkan oleh Mahkamah Agung hingga berujung pada pemberhentian Gus Dur.
,“Saya berpandangan wacana pembubaran DPR tidak mungkin terjadi kecuali melalui Amandemen UUD 1945. Karena itu, menurut saya wacana itu mustahil dan hanya membuang energi, waktu, serta pikiran. Dari situlah muncul pernyataan emosional saya dengan kata ‘GOBLOK (K-nya 10)’ yang ternyata menyinggung banyak pihak,” jelas Ichy.
Ia juga menegaskan bahwa unggahan tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan sikap resmi Masdar Mansur sebagai anggota DPRD. “Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Halmahera Selatan, khususnya kepada rekan-rekan Anggota DPRD yang merasa tersinggung, terutama Fraksi PDI Perjuangan yang sempat terseret dalam polemik ini,” tambahnya.
Ichy menyebut unggahan itu dibuat sekitar dua minggu lalu, sebelum aksi demonstrasi pada 25–29 Agustus, dan sudah dihapus tidak lama setelah diposting.
Masdar Mansur sendiri menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga etika politik dan etika bermedia sosial sebagai wakil rakyat. “Saya menyesalkan adanya kesalahpahaman ini. Saya meminta maaf apabila ada yang merasa tersakiti. Semoga hal ini menjadi pembelajaran agar kita semua lebih bijak dalam menggunakan media sosial,” tutup Masdar.
(Tim Red)








