
Halmahera Selatan // patroli86.com// – Fraksi Gerindra DPRD Halmahera Selatan melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan pemerintah daerah dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2025. Kritik itu disampaikan oleh juru bicara fraksi, Ikhsan U. Basrah, SKM, dalam rapat paripurna DPRD.
Gerindra memang mengapresiasi kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang meningkat dari Rp 215 miliar menjadi Rp247 miliar, atau naik 15 persen. Namun, apresiasi itu segera diimbangi dengan peringatan keras atas rencana belanja daerah yang membengkak hingga Rp2,2 triliun, naik Rp127 miliar atau 0,8 persen dari APBD pokok sebelumnya,pada/4/9/2025
Menurut Ikhsan, kenaikan belanja ini justru bisa menjadi masalah serius bila tidak diikuti dengan pengawasan ketat terhadap sumber pendapatan. Ia mengingatkan agar pemerintah tidak hanya berbangga dengan angka belanja, tetapi memastikan seluruh anggaran digunakan secara efektif. “Jika PAD tidak dikelola dengan benar, potensi kebocoran sangat besar. Jangan sampai kenaikan belanja hanya menambah angka defisit tanpa manfaat nyata bagi rakyat,” tegasnya.
Lebih jauh, Fraksi Gerindra juga menyoroti lemahnya konsistensi kinerja organisasi perangkat daerah (OPD). Ikhsan menegaskan, pidato Bupati yang meminta OPD bekerja lebih inovatif harus dibuktikan dengan kerja nyata, bukan sekadar formalitas birokrasi. “Sudah terlalu sering kita mendengar janji inovasi, tapi realitanya kinerja OPD masih jauh dari harapan. Kalau pola ini terus dibiarkan, maka APBD hanya akan menjadi rutinitas tanpa arah pembangunan yang jelas,” kritiknya.
Gerindra menegaskan, rakyat berhak menuntut agar belanja daerah sebesar Rp2,2 triliun benar-benar dirasakan dampaknya, bukan hanya habis untuk program seremonial, perjalanan dinas, atau belanja yang tidak menyentuh kepentingan publik. “Kami tidak ingin APBD Perubahan ini menjadi ajang pemborosan. Pemerintah harus berani memastikan setiap rupiah digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk memperkaya segelintir elit birokrasi,” tutup Ikhsan dengan nada tegas.
(Red)







