
Halmahera Selatan // patroli86.com // –
Dewan Pengurus Daerah (DPD) II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Halmahera Selatan terus memperkuat konsolidasi organisasi. Hal ini ditegaskan dalam rapat harian yang dipimpin langsung Ketua KNPI Halsel, Akbar, bersama Sekretaris Sefnat Tagaku, selaku koordinator rapat.
Dalam arahannya, Akbar menyebut ada dua agenda besar pasca penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan. Pertama, mempertemukan seluruh ketua cabang serta organisasi kepemudaan (OKP) cipayung. Pertemuan tersebut diharapkan melahirkan kesepakatan bersama untuk menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapinpurda) sekaligus menetapkan struktur tugas dan jadwal pelaksanaannya.
“Ibarat pohon, pasti ada akarnya. KNPI harus berdiri kokoh di atas fondasi konsolidasi. Karena itu, kita satukan langkah melalui Rapinpurda agar organisasi ini benar-benar hadir sebagai wadah pemersatu pemuda Halsel,” tegas Akbar.
Sementara itu, Sekretaris KNPI, Sefnat Tagaku, menambahkan bahwa komunikasi intensif dengan organisasi pemuda, mahasiswa, serta OKP cipayung akan segera ditindaklanjuti. Ia menekankan pentingnya soliditas antarorganisasi agar KNPI tidak tercerai-berai.
“Intinya, kita ingin semua OKP cipayung tetap merapat. Jangan ada yang berjalan sendiri-sendiri, karena kekuatan pemuda hanya bisa maksimal jika bersatu,” ujar Sefnat.
Selain konsolidasi internal, KNPI Halsel juga berencana melayangkan surat resmi kepada pengurus partai politik di tingkat daerah. Langkah ini dimaksudkan sebagai ajang silaturahmi sekaligus memperluas jaringan politik pemuda lintas sektor.
Dukungan terhadap langkah KNPI Halsel juga datang dari Ketua GAMKI Halsel, Van Costan. Ia secara terbuka menyatakan siap bergabung dan membantu kerja-kerja kepengurusan karateker KNPI hingga Rapinpurda dan Musyawarah Daerah (Musda) mendatang.
Agenda Rapinpurda sendiri dipandang strategis karena menjadi forum pengambilan keputusan tertinggi setelah Musda. Forum ini akan menentukan arah kebijakan organisasi, menata kepengurusan, serta menyiapkan strategi besar menuju Musda KNPI Halsel. Dengan demikian, Rapinpurda bukan sekadar forum teknis, melainkan pintu konsolidasi menuju lahirnya kepengurusan definitif yang lebih solid dan representatif.
Rapat harian kemudian ditutup dengan komitmen bersama bahwa KNPI Halsel bukan sekadar organisasi formal, melainkan ruang konsolidasi strategis pemuda lintas organisasi untuk mengawal arah pembangunan daerah, dengan Rapinpurda sebagai pijakan awal menuju Musda.
(Tim Red)






