
Tangerang Selatan, Patroli86.com, Masih banyak masyarakat yang menganggap pajak sebagai beban kewajiban semata. Hal inilah yang menjadi perhatian Ahmad Fahri, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pamulang, dalam pandangannya mengenai sistem perpajakan di Indonesia.
Menurut Fahri, permasalahan utama dalam penerimaan pajak bukan terletak pada kewajiban membayar, tetapi pada kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan pajak oleh pemerintah.
Ia menilai bahwa minimnya transparansi dan pengawasan publik membuat masyarakat sulit merasakan manfaat pajak secara langsung.
“Masyarakat akan rela berkontribusi jika mereka yakin bahwa apa yang dibayarkan benar-benar kembali dalam bentuk kesejahteraan,” ujar Fahri saat menyampaikan opininya di lingkungan kampus Universitas Pamulang pada Sabtu, 25 Oktober 2025
Fahri menjelaskan bahwa pajak sejatinya adalah bentuk gotong royong dalam kehidupan bernegara. Melalui pajak, rakyat turut berperan dalam membangun jalan, fasilitas umum, pendidikan, kesehatan, hingga sistem hukum yang adil.
Ia menekankan bahwa negara harus hadir dengan sikap terbuka, akuntabel, dan memberi ruang partisipasi masyarakat.
Sebagai mahasiswa hukum, Fahri menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam mengawal keadilan dan transparansi pajak. “Mengkritik perlu, tetapi mengawal dan mengedukasi jauh lebih penting,” tegasnya.
Menutup pandangannya, Fahri mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap pajak.
‘’Jika kita ingin Indonesia tumbuh sebagai negara yang kuat dan berkeadilan, maka pajak harus dilihat bukan sebagai beban, tetapi sebagai kontribusi bersama dalam membangun bangsa,” pungkasnya.
Penulis: Ahmad Fahri








