
Semarang -patroli86com ,, Masyarakat Semarang dan sekitarnya dibuat geger dengan beredarnya video mengerikan yang menampilkan kecelakaan beruntun di ruas Tol Bawen. Video yang dengan cepat menyebar melalui berbagai platform media sosial, mulai dari Facebook, Instagram, hingga grup-grup WhatsApp, ini sontak membuat panik warga yang khawatir akan keselamatan mereka saat melintas di jalan tol tersebut.
Dalam video terlihat sejumlah kendaraan ringsek akibat tabrakan beruntun, Suara teriakan dan rintihan korban luka menambah kengerian suasana dalam video tersebut. Tak ayal, banyak warganet yang langsung mempercayai video tersebut dan membagikannya tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.
Namun, fakta mengejutkan terungkap! Satlantas Polres Semarang dengan tegas menyatakan bahwa video tersebut adalah HOAX alias berita bohong! Setelah melakukan penelusuran mendalam, pihak kepolisian memastikan bahwa video tersebut ternyata merupakan rekaman kecelakaan yang terjadi di ruas Tol Cipularang pada 5 Januari 2025 lalu.
Satlantas Polres Semarang dengan nada geram saat memberikan keterangan pers di Mapolres Semarang pada 1/11/2025 . “Kami sangat menyayangkan tindakan tidak bertanggung jawab dari pihak-pihak yang sengaja menyebarkan kepanikan di masyarakat dengan menyebarkan informasi palsu seperti ini.”
Lantas, siapa dalang di balik penyebaran video HOAX yang meresahkan ini? Apakah ada agenda tersembunyi di balik upaya menciptakan kepanikan massal ini? Satlantas Polres Semarang berjanji akan mengusut tuntas kasus ini dan menyeret para pelaku ke meja hijau. Pihak kepolisian telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki asal-usul video tersebut dan mengidentifikasi para pelaku yang terlibat dalam penyebarannya.
“Kami tidak akan mentolerir tindakan penyebaran hoaks yang dapat meresahkan masyarakat. Para pelaku akan kami tindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.”
Satlantas Polres Semarang juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Pihaknya mengajak masyarakat untuk lebih cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial, serta tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita yang belum jelas sumbernya.
Satlantas menghimbau kepada masyarakat, sebelum membagikan sebuah informasi, pastikan untuk selalu mengecek sumbernya, membandingkannya dengan berita dari media terpercaya, dan jangan mudah terpancing oleh judul yang sensasional.
Satlantas Polres Semarang juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam memerangi penyebaran hoaks dengan cara melaporkan akun-akun media sosial yang terindikasi menyebarkan informasi palsu kepada pihak berwajib. Dengan kerjasama yang baik antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan penyebaran hoaks dapat diminimalisir dan tercipta situasi yang kondusif di wilayah Kabupaten Semarang.
(Red/PJ)







