
Halmahera Selatan//patroli86.com// — Barisan Rakyat Halmahera Selatan (BARAH) melontarkan kecaman keras terhadap dugaan perlakuan tidak pantas, diskriminatif, dan tidak profesional yang dilakukan oleh oknum pegawai Bank BPD Cabang Halmahera Selatan terhadap nasabah. Dugaan pelayanan buruk tersebut terjadi pada jam operasional bank, yakni sejak pukul 08.00 WIT hingga 18.00 WIT, di mana sejumlah nasabah mengaku diperlakukan tidak sesuai standar pelayanan.
Ketua BARAH, Ady Hi. Adam, menegaskan bahwa insiden ini merupakan bentuk kegagalan serius manajemen Bank BPD dalam mengawasi dan mengontrol kinerja pegawai. Ia menyebut pelayanan yang dipertontonkan oleh oknum pegawai sebagai perilaku arogan dan tidak mencerminkan prinsip pelayanan publik yang profesional.
,“BARAH mengecam keras tindakan oknum pegawai Bank BPD Cabang Halmahera Selatan yang diduga memperlakukan nasabah secara semena-mena selama jam pelayanan resmi, dari pagi hingga sore hari. Ini adalah bukti nyata buruknya sistem pengawasan internal. Jika pimpinan cabang tidak mampu mengendalikan pegawainya, maka pimpinan tersebut patut dievaluasi bahkan dicopot,” tegas Ady Hi. Adam.
BARAH mendesak manajemen pusat dan pihak BUMN agar segera melakukan evaluasi menyeluruh, tidak hanya terhadap oknum pegawai yang diduga melakukan pelanggaran, tetapi juga terhadap direktur dan pimpinan Bank BPD Cabang Halmahera Selatan yang dinilai lalai dan gagal memastikan pelayanan berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
,“Bank adalah institusi yang hidup dari kepercayaan masyarakat. Jika nasabah diperlakukan tidak adil selama jam pelayanan resmi, maka itu merupakan bentuk pengkhianatan terhadap tanggung jawab pelayanan publik,” lanjutnya.
BARAH juga menegaskan bahwa apabila tidak ada langkah tegas dan transparan dari pihak Bank BPD, maka mereka siap menempuh jalur pengaduan resmi ke lembaga pengawas serta menggalang aksi massa demi membela hak-hak nasabah yang merasa dirugikan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Bank BPD Cabang Halmahera Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait kecaman tersebut.
(Tim Red)








