
Donggala – Sulteng,, patroli86.com,,
Pasca musibah banjir melanda Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya di Kecamatan Tanantovea, Kecamatan Labuan dan Kecamatan Sindue, itu sangat memprihatikan.
Dalam kejadian ini hanya sekali yang hilang. Khusus nya di desa Gumbasa salah satunya adalah Jembatan Ayun/ gantung hanyut atau terbalik di antara ujung jembatan rusak berat, demikian dikatakan Camat Sindue Tikuala Kepada Awak Media ini di ruangnya, Rabu,15 Januari 2026.
Camat Sindue Tikuala Menjelaskan, Kemudian Bendungan yang awalnya sudah di tinjau oleh Ibu Bupati Donggala Vera Elena Laruni, SE, yang lalu, ( 27/10/2025), itu semua ludes alias hilang tanpa bekas, sehingga bangkai – bangkai dua pintu yang ada di mulut sungai itu hilang di hantam oleh banjir Bandang, ujar Camat Sindue Tikuala.
Kemudian itu, terkait dengan Pemerintah yang ada di Wilayah kecamatan Sindue saya bersama pak Kapolsek Sindue Iptu Risman, SH, Danramil 1306 – 12/ Sindue, Lettu Inf Aspar Potoringgi, sudah meninjau di lokasi Pasca Banjir Bandang.
Kemarin lalu di Desa Ape Maliko ( Amal) terjadi ada beberapa pinggiran gunung longsor , dan sudah ada pembenahan Kapolsek Sindue dengan personil dan beberapa tokoh yakni Kepala Desa bersama masyarakat untuk melakukan gotong royong secara manual, dan pada saat ini tetap dilanjutkan, dan insyaallah sudah biasa dilalui oleh kendaraan, kata Camat Sindue Tikuala.
Saya berharap dengan kejadian ini, Dan ini harus bersinergi dan berkaborasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten, Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, dan Pemerintah Pusat untuk mengintervensi terkait dengan kerusakan yang ada di sebabkan oleh Banjir bandang, seperti di desa Sumari sangat di butuh kan Bendungan, kenapa kata Camat, karena di sana daerah Persawahan untuk menyangka ketahanan pangan yang di program oleh pak Presiden RI H. Prabowo Subianto, untuk kedepan ini, berharap kepada Pemerintah untuk segera bertindak cepat dalam memperbaiki sarana yang rusak yang di sebabkan oleh banjir Bandang, ungkap Camat Sindue Tikuala.
Di tempat terpisah dan di hari yang sama Kepala Desa Sumari Dinar Lamasuka, S.Pd, di temui Awak Media Ini di Rumah Pribadinya, Dengan kejadian ini Pemerintah Kabupaten Donggala, Provinsi maupun pusat harus secepatnya mengantisipasi, karena daerah ini merupakan Lumbung untuk Kecamatan Sindue, karena sekarang inikan turun nya harga beras di pasar Desa Toaya ini, karena adanya hasil dari pada panen padi yang ada di Desa Sumari, tapi dengan ada nya kerusakan bendungan ini akibat banjir Bandang.
Menurut Kades Sumari Dinar Lamasuka, akan melonjak lagi harga beras, Apal lagi bendungan bangunan nya hilang semua termasuk dua pintu pembuangan dan pintu masuk itu atau bendungan yang mengalir ke persawahan itu sudah lenyap terbawa air banjir Bandang, ujar Kades Sumari Dinar Lamasuka, S.Pd.
Saya berharap kepada pemerintah Kabupaten, Provinsi, maupun Pusat untuk segera mengantisipasi, menindaklanjuti, kalau misalnya dana nya belum siap dan lain sebagainya apa langkah yang perlu di tempuh, supaya masyarakat desa Sumari ini bisa kembali normal perekonomiannya, dan sekarang ini merosot ekonomi nya.
Termasuk Jembatan penghubung Desa Sumari dan Desa Gumbasa Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, dengan rubuh dan rusak berat nya Jembatan gantung, ini jelas menimbulkan keresahan bagi masyarakat Sumari dan Gumbasa, karena keluarga yang ada baik yang ada di Gumbasa, Siswa Sekolah SMP, SMA, SD, dan Masyarakat sangat sulit untuk menyeberang / terhambat perjalanan.
Harapan nya tentu nya apa langkah yang di tempuh oleh pemerintah Kabupaten Maupun Provinsi ataupun Pusat segera di antisipasi dan di realisasikan, harap Kades Sumari Dinar Lamasuka, S.Pd, ( HARD )








