
Donggala – Sulteng,, patroli86.com,,
Dalam Pasca terdampak Musibah Banjir Bandang yang Melanda Tiga Kecamatan yakni Kecamatan Tanantovea, Kecamatan Labuan dan Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, ada
2 Jembatan Putus Yakni Jembatan Desa Labuan Lumbubaka ke Desa Labuan Teposo ( Penyemberangan), Kemudian Desa Kongguma Penyemberangan Ke Desa Labuan Lumbubaka.
Saya melihat beberapa hari ini, saya juga sangat berterima kasih kepada pihak dari Polda Sulteng, Polres Donggala, Polsek, Koramil 1306 – 12/ Sindue, Babinsa, Bhabinkamtibmas yang sudah mengupayakan jalan alternatif jalan darurat yang bisa di lalui oleh Masyarakat.
Saya berharap pertama , di desa Labuan Lumbubaka khususnya yang mana jembatan nya itu, sudah lama betul di rencanakan, kemudian sudah masuk didalam program Pemerintah Daerah untuk pembangunan Jembatan ini, tapi anggaran sampai sekarang belum ada, demikian di Katakan Anggota Dewan Donggala dari Fraksi Partai Perindo Hj Nurjanah Kepada Awak Media ini di rumah Kediamannya, Sabtu, 17 Januari 2026.
Hj. Nurjanah Anggota DPRD Kabupaten Donggala, Mengatakan,
Pembangunan penghubung antara Desa Labuan Lumbubaka ke desa Teposo itu sudah lama di usulkan namun.
Sekali lagi saya berharap perhatian dari daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Dan pemerintah pusat, dan semoga Bapak Presiden kita RI H. Prabowo Subianto melirik Kabupaten Donggala, ujar Hj. Nurjanah.
Kemudian Desa Labuan Lumbubaka agar segera secepatnya pembangunan Jembatan, Harap Hj. Nurjanah Anggota DPRD 3 pereode ( Partai PAN) dan ( Partai Perindo ).
Kemudian pada pasca Bencana banjir Bandang di desa Labuan Lumbubaka tidak ada korban namun ada rumah warga yang tidak layak lagi dan satu yunit yang rusak berat dan rusak ringan ada beberapa yunit saja, terang nya
Di desa Kungguma, termasuk ada 3 rumah warga yang hanyut di desa Wani satu, dan termasuk rumah yang rusak berat ada di Wani dua Kecamatan Tanantovea, ujar Hj. Nurjanah.
Saya sangat bersyukur sekali ada jalan darurat yang di buat oleh TNI – POLRI dan Alhamdulillah sekarang ini sudah bisa di lalui oleh pejalan kaki, sedang di desa Labuan Lumbubaka hanya di simpan atau di parkir di rumah warga desa Tiposo, karena kendaraan motor belum bisa Menyemberang, hanya roda 4 yang bisa lewat, dan warga hanya jalan kaki itupun sangat berhati – hati.
Olehnya itu saya melihat uluran tangan dari pemerintah daerah, pemerintah Provinsi dan pemerintah pusat itu, harus di tinjau langsung, karena sangat memperihatinkan dengan ada nya bencana ini terdampak pada, pertama : anak sekolah, dan dari sisi kesehatan masyarakat ini banyak yang hamil, contoh kemarin lalu di desa Labuan Toposo ada beberapa orang hamil yang harus nya sudah tiba di Puskesmas di saat itu, tapi akses jalan putus, kemudian dengan berbagai macam usaha, bagaimana ibu hamil, bahkan ada dua orang sudah melahirkan hari pada saat itu, ditambah yang hamil itu yang harus di periksa di Puskesmas, nah itu di bopong dari Kepolisian yang bantu kemudian dari pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas itu naik semua bagaimana cara mereka untuk di bawa ke Puskesmas, Ujar Hj. Nurjanah putri Kelahiran Desa Labuan Lumbubaka dan juga Anggota DPRD Donggala dari Fraksi Partai Perindo.
Hj. Nurjanah menambahkan, kami berharap Pemerintah Kabupaten, Provinsi, dan pusat memaksimal memperhatikan Tiga Kecamatan yang terdampak musibah banjir Bandang ( Minggu, 11/1/2026) lalu.
Kemudian lagi untuk Labuan Lumbubaka di situ jembatan nya yang putus apa lagi jembatan itu di anggarkan oleh Dana Desa ( DD) untuk mengantisipasi sambil menunggu jembatan besar, karena jembatan itu hanya di lalui oleh roda dua dan pejalan kaki, tapi walaupun begitu itu sudah sangat membantu.
Sekali lagi berterima kasih pemerintah daerah dalam hal ini pemerintah pusat dalam membantu mentransferkan cepat dana desa pada waktu itu, sehingga terbangun lah jembatan alternatif sementara menjelang terbangunnya jembatan besar.
Alhamdulillah Satu ( 1) Tahun berjalan begitu senangnya masyarakat desa Labuan Lumbubaka dengan adanya jembatan seperti itu, sekarang putus dan hilang jembatan tersebut, jadi kembali kita di jaman dahulu kala.
Karena kenapa? Tanya Hj. Nurjanah, saya juga asli orang Labuan Lumbubaka dan kelahiran Labuan Lumbubaka, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, jadi saya tahu persis bagaimana penderitaan masyarakat di Labuan Lumbubaka, dan sekitika itu HJ. Nurjanah sedih atas pederitaam Masyarakat, sambil menangis dan sedih. ( DN)






