
Patroli86.com.,, Gaj!nya kecil.
Tapi mimpinya besar: An4k² desa tumbuh tertib dan punya masa depan lebih baik.
Ia datang paling pagi, pulang paling sore.
Mengajar dengan hati, meski profesinya jarang dihargai.
Menjelang libur, Tri hanya berpesan:
“Masuk sekolah, rambut dipotong rapi. Jangan disemir.”
Bukan soal gaya, tapi soal disiplin.
Hari masuk tiba.
Masih ada yang meLanggar.
Satu anak marah dan berkata kasar
Tri kaget. Refleks menepuk mulut anak itu
agar perkataan kasarnya berhenti.
Tak ada Luka tak ada darah
Namun kisahnya berlanjut ke kantor polisi
Seorang Guru honor ini kini berstatus ters4ngk4a
Jika guru tak boleh menegur,
tak boleh mendisiplinkan,
lalu siapa yang membentuk karakter anak² kita?
Tri bisa sakah
Tapi ia bukan penjajah
Ia hanya guru kecil yang ingin muridnya tumbuh baik.
Ini bukan soal rambut.
Ini soal nasib guru dan masa depan pendidikan.
Jika kamu peduli, sebarkan.
Biar suara guru kecil juga didengar. Tuturnya ibuk tri








