
MASBAGIK – patroli86.com ,, Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Lombok Timur pada [Jum’at, 30 Januari 2026]
Jalan Raya Masbagik tergenang banjir cukup parah. Air meluap ke badan jalan karena sistem drainase yang tersumbat oleh tumpukan sampah, menyebabkan kemacetan arus lalu lintas dan mengganggu aktivitas warga.
Berdasarkan pantauan di lapangan, air setinggi lutut orang dewasa (sekitar 30–45 cm) meluap hingga ke badan jalan, mengakibatkan kemacetan panjang kendaraan yang melintas dari arah Selong menuju Labuhan Lombok maupun sebaliknya.
Hasil penelusuran tim di lokasi menunjukkan bahwa banjir ini dipicu oleh sistem drainase yang tersumbat. Tumpukan sampah rumah tangga dan sedimen tanah yang menumpuk di sepanjang saluran air membuat debit hujan tidak dapat dialirkan secara normal.
Pihak BPBD Lombok Timur sebelumnya telah mencatat bahwa wilayah Masbagik merupakan salah satu titik rawan banjir tahunan akibat penyempitan irigasi dan buruknya tata kelola sampah di saluran air utama.
Dampak bagi warga
kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa melambat, bahkan beberapa mengalami mati mesin saat mencoba menerjang genangan.
Selain jalan raya, luapan air dilaporkan mulai masuk ke rumah warga di pemukiman padat penduduk yang berada di dataran lebih rendah.
Hingga saat ini, warga bersama petugas setempat diimbau untuk segera melakukan gotong royong membersihkan saluran air guna mencegah genangan yang lebih tinggi jika hujan kembali turun.
Warga sekitar sempat mengeluhkan kondisi ini dan berharap pihak terkait segera melakukan pembersihan sampah serta perbaikan saluran drainase agar kejadian serupa tidak terulang, terutama di musim hujan. Pihak berwenang atau BPBD Lotim sebelumnya pernah melakukan tindakan, seperti pembongkaran beton di beberapa titik drainase di Masbagik untuk mengatasi banjir.
Diharapkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan ke saluran drainase guna mencegah penyumbatan yang memicu banjir.
Pemerintah daerah melalui BPBD Kabupaten Lombok Timur juga terus melakukan pemantauan intensif di titik-titik rawan bencana di seluruh wilayah Lombok Timur.








