
Patroli86.com ,, Ketapang MBG Bertambah Kasus di Duga Kurang pengawasan pihak pemerintah daerah maka terjadi lah keracunan
Jatah Murid di Makan Guru di Ketapang MBG Bertambah Kasus di Duga Kurang pengawasan
Tidak proaptif, 6 Februari 2026
Ketapang, Utamanya melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional sebagai lembaga penyelenggara, dan diperkuat dengan Perpres Nomor 115 Tahun 2025
mengenai tata kelola penyelenggaraan program. Program ini menyasar anak sekolah, balita, ibu hamil, dan menyusui untuk intervensi gizi nasional.
Kasus dugaan keracunan menu Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Ketapang. Kali ini, peristiwa tersebut menimpa ratusan siswa dan guru di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang.porpisi Kalimatan Barat.
Hal ini juga di pertanyakan orang tua siswa sebelum di konsumsi oleh siswa harus ada tim kesehatan.terlebih dahulu
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, dr. Feria Kowira,
mengungkapkan bahwa berdasarkan data sementara, jumlah korban keracunan mencapai 340 orang. Di depan puskesmas
Marau 2026
Keracunan Makan Bergizi Gratis
Sebanyak orang termasuk 6 orang pegawai MBG dan dua 2 oknum guru
seratus 144 dari SMP, dari SMA 73 Siswa dan dari SMK 101 orang Siwa dari SD 9 orang.
Para siswa dan guru diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG yang dibagikan di sekolah masing-masing.
Sebagian korban langsung dilarikan ke sejumlah puskesmas setempat untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga Kamis sore, beberapa di antaranya masih menjalani perawatan.
“ Data terbaru kita saat ini pukul 17.00 Wib. Total korban ada 340 orang, terdiri dari siswa dan guru
di Kecamatan Marau,” ujar dr. Feria saat dikonfirmasi, pagi dini hari 6/2 2026
“Saat dibawa ke puskesmas sekitar pukul 10.00 pagi, kondisinya muntah-muntah, pusing, dan beberapa mengalami diare.
Secara umum mereka mengalami dehidrasi,” jelasnya.tuturnya di depan awak media patroli 86 com id
Untuk penanganan kasus keracunan massal tersebut, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang langsung mengerahkan lima tim medis.
“Kami telah mengerahkan lima tim, yakni dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, Puskesmas Marau, Puskesmas Jelai Hulu, Puskesmas Suka Mulia, dan
Puskesmas Marau,” ungkap dr. Feria.
Selain penanganan medis, pihaknya juga telah mengambil sampel makanan MBG serta sampel muntahan korban untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.
“Sampel makanan dan muntah sudah diambil untuk diuji di Pontianak. Sampel muntah diperiksa di Laboratorium Kesehatan Provinsi,
sedangkan sampel makanan dikirim ke Balai POM Kalimantan Barat,” pungkasnya.Dimana pengawasan dinas kesehatan. Labor yang di Ketapang tidak di gunakan (ujar ) (yes)








