
Patroli86.com ,, Pembangunan 31/Perisai Sakti dan Yonif TP 875/Sangga Yudha Perkasa mulai tumbuhโbukan hanya sebagai kekuatan pertahanan, tetapi sebagai tetangga baru bagi masyarakat sekitar.
Sabtu itu, Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin datang bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal untuk melihat langsung denyut dua satuan yang sejak November 2025 telah dihuni ratusan prajurit. Di atas lahan 30 hektare untuk Brigif dan 50 hektare untuk Yonif, kawasan ini disiapkan menampung sekitar 800 personel TNI Angkatan Darat.
Namun pesan yang dibawa Menhan tidak berhenti pada tembok barak dan pagar markas.
Ia berbicara tentang cara baru melihat kehadiran TNI: bukan sekadar penjaga keamanan, melainkan bagian dari ekosistem kehidupan warga Dompu. Prajurit diminta ikut menguatkan pertanian, membantu perikanan, mendampingi peternakโagar seragam loreng terasa dekat, bukan berjarak.
โKeberadaan kalian di sini agar rakyat aman dan nyaman. Jangan pernah sekali pun menyakiti hati rakyat. TNI harus bermanfaat untuk rakyat,โ ucap Menhan dengan nada tegas, namun menenangkan.
Kalimat itu seperti menjadi inti dari kunjungan: bahwa pertahanan sejati tidak hanya dibangun dengan senjata, tetapi dengan kepercayaan.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang mendampingi sepanjang peninjauan melihat hal yang sama. Bagi NTB, hadirnya Brigif dan Yonif di Dompu bukan hanya soal strategi wilayah, melainkan peluang baru bagi ekonomi lokalโwarung yang hidup, hasil tani yang terserap, jasa transportasi yang bergerak, dan ruang interaksi sosial yang lebih luas.
Menhan kembali mengingatkan akar TNI: lahir dari rakyat, hidup bersama rakyat, dan bekerja untuk rakyat. Fasilitas negara yang dipakai prajurit, katanya, bersumber dari keringat masyarakat, sehingga pengabdian harus terasa nyata, bukan sekadar slogan di spanduk upacara.
โKedatangan ini untuk memberi semangat. Jaga disiplin, jaga hati rakyat, dan bekerjalah untuk kepentingan mereka,โ pesannya di hadapan prajurit muda yang berdiri rapi di lapangan.
Kunjungan ditutup dengan makan bersamaโmomen sederhana yang justru paling bermakna. Di meja yang sama, tidak ada jarak antara pejabat, komandan, dan prajurit. Seperti ingin menegaskan bahwa kekuatan terbesar bukan pada tembok markas, melainkan pada kebersamaan.








