
Patroli86.com
Sebuah skandal besar mengguncang ASDP cabang Padang Sumatera Barat, pihak ASDP cabang Padang menyarankan pengusaha truck tronton untuk membeli tiket online golongan V(truck sedang)dan ketika akan naik kapal Fery ASDP di ganti dengan tiket golongan VII(truck tronton). Kenapa hal ini di lakukan oleh pihak ASDP cabang Padang karena dalam list penjualan tiket online ASDP cabang Padang tidak di jual tiket golongan VII(truck tronton).
Masalah ini mengakibatkan pengguna jasa lain yang membutuhkan tiket golongan V(truck sedang) untuk mengangkut sembako buat kebutuhan masyarakat kepulauan Mentawai Sumatera Barat kehabisan tiket.”Saya sangat kecewa dengan kejadian ini, kami sudah menunggu dan akan memesan tiket golongan V(truck sedang) untuk mengangkut sembako ke Mentawai,tapi malah truck tronton proyek yang di kasih tiket”kata seorang pengguna jasa kepada media Patroli86.Para pengguna jasa penyeberangan Padang-mentawai merasa kecewa karena Pimpinan ASDP telah menyalahgunakan kewenangannya dan menuding pihak ASDP cabang Padang menerima gratifikasi dari pengusaha truck tronton.Karena hal ini baru pertama kali terjadi sejak tiket online di berlakukan untuk penyeberangan Padang-mentawai.
Perwakilan pengusaha truck tronton juga mengakui bahwa pihak ASDP cabang Padang yang menyarankan mereka untuk membeli tiket golongan V(truck sedang) secara online dan kemudian di ganti dengan tiket golongan VII(truck tronton) setelah naik kapal Fery ASDP.”Ya,,saya memang di sarankan oleh pihak ASDP untuk membeli tiket golongan V(truck sedang)dan kemudian di ganti dengan tiket golongan VII(truck tronton),saya dari awal sudah melaporkan kalau yang mau kami berangkatkan adalah truck tronton,saya tidak tau apa ada yang salah dengan ini”Katanya.
Dengan kejadian ini masyarakat pengguna jasa Padang dan Kepulauan Mentawai berencana melaporkan dugaan penerimaan gratifikasi oleh pihak ASDP cabang Padang ini kepada KPK dan Kejaksaan.”Kami akan melaporkan masalah ini kepada pihak yang berwenang,baik itu KPK atau kejaksaan dan berharap pihak yang terlibat dalam kasus ini dapat di tindak secara hukum dan berharap para awak media atau LSM terus mengupdate dan mengawal kasus ini”kata salah seorang pengguna jasa kepada media patroli86.
Dede Aslam









