
PATROLI 86.COM ,, Terus membanjiri media sosial dalam beberapa waktu terakhir. Masyarakat pedesaan banyak menyoroti jalan tanah berlubang dan akses antar-desa yang sulit dilalui
saat musim hujan sehingga menghambat aktivitas harian.tuturnya di depan awak media patroli 86 com
Menanggapi hal tersebut, Bupati Landak Karolin Margret Natasa menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap kondisi nyata di lapangan.
Ia menyebut kritik dari warga di media sosial sebagai cerminan kebutuhan riil masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur dasar.
Kami memahami keluhan masyarakat tentang kondisi jalan di desa dan kecamatan. Itu menjadi perhatian pemerintah daerah
dan perbaikan tetap kita lakukan secara bertahap,” kata Karolin pada Kamis (26/2/2026).
Berdasarkan data Dinas PUPR. Landak, total panjang jalan kabupaten saat ini mencapai 984,54 kilometer dengan tingkat kemantapan sekitar 33,15 persen.
Pada tahun 2025, pemerintah telah merealisasikan pembangunan dan peningkatan jalan sepanjang 8,086 kilometer
serta rekonstruksi jalan sepanjang 8,660 kilometer.tuturnya oleh bupati dan pihak PUPR landak
Penurunan tingkat kemantapan jalan dibanding tahun sebelumnya diakui karena adanya keterbatasan anggaran serta kebijakan efisiensi fiskal dari pemerintah pusat.tuturnya depan publik
Kondisi keuangan yang terbatas membuat pemerintah daerah harus memutar otak untuk menentukan skala prioritas dalam setiap pembangunan fisik.
Dengan kondisi fiskal yang terbatas, kita harus memprioritaskan penanganan ruas jalan yang paling berdampak bagi masyarakat,” tegas Karolin.pada media
Pemerintah daerah kini mulai memetakan prioritas berdasarkan fungsi strategis jalan tersebut bagi kehidupan orang banyak.
Ruas yang menjadi akses utama masyarakat, terutama jalur ekonomi dan pelayanan dasar, akan didahulukan dalam proses pengerjaan.
Kita memprioritaskan ruas yang menjadi akses utama, terutama jalur menuju puskesmas, sekolah, dan pasar,” katanya lagi.
(TH)






