Kubu Raya – PATROLI 86.COM , Rumah Betang Dayak Kanayatn Desa Lingga menjadi simbol kebersamaan dan identitas budaya masyarakat Dayak Kanayatn di Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Rumah adat ini didirikan pada tahun 1991 melalui swadaya masyarakat setempat sebagai wujud semangat gotong royong dan kecintaan terhadap warisan leluhur.
Pada awal pembangunannya tahun 1991, rumah betang ini memiliki 3 pintu utama sebagai akses masuk bagi penghuni dan tamu adat. Seiring bertambahnya kebutuhan ruang serta perkembangan jumlah masyarakat adat yang terlibat dalam kegiatan budaya, pada tahun 2003 dilakukan pembangunan kembali dan pengembangan bangunan sehingga menjadi 7 pintu utama seperti yang terlihat hingga saat ini. Penambahan tersebut melambangkan keterbukaan, pertumbuhan, serta semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam menjaga adat.
Sejak awal, rumah betang ini tidak hanya difungsikan sebagai bangunan fisik semata, tetapi juga sebagai pusat kegiatan adat dan sosial masyarakat. Di sinilah berbagai upacara adat digelar, musyawarah kampung dilaksanakan, hingga kegiatan kebudayaan diwariskan kepada generasi muda.
Salah satu agenda adat yang rutin dilaksanakan di rumah betang ini adalah upacara Naik Dango, tradisi syukuran panen yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Dayak Kanayatn. Tradisi tersebut merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen, sekaligus momentum mempererat tali persaudaraan antarwarga.
Tahun ini, Rumah Betang Desa Lingga akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Naik Dango ke-41 yang dijadwalkan berlangsung pada 27 April 2026. Kegiatan tersebut direncanakan akan dihadiri perwakilan masyarakat Dayak Kanayatn dari tiga kabupaten, yakni Kabupaten Mempawah, Kabupaten Landak, dan Kabupaten Kubu Raya sebagai tuan rumah penyelenggara.
Momentum Naik Dango ke-41 ini diperkirakan akan menjadi ajang silaturahmi besar masyarakat Dayak Kanayatn lintas wilayah, sekaligus memperkuat persatuan adat dan komitmen menjaga warisan budaya di tengah perkembangan zaman.
Secara arsitektur, rumah betang ini mencerminkan ciri khas rumah panjang Dayak dengan konstruksi kayu bertiang tinggi dan bentuk memanjang yang melambangkan persatuan serta kehidupan kolektif dalam satu atap.
Tokoh masyarakat berharap kegiatan Naik Dango ke-41 pada 27 April 2026 mendatang tidak hanya menjadi perayaan adat semata,
tetapi juga menjadi ruang edukasi budaya bagi generasi muda agar tetap mencintai dan melestarikan adat istiadat leluhur.tuturnya depan wartawan patroli 86 com
Di tengah arus modernisasi, Rumah Betang Dayak Kanayatn Desa Lingga bukan hanya bangunan bersejarah, melainkan simbol keteguhan adat, persatuan, dan jati diri masyarakat Dayak di Kalimantan Barat. (TH)









