
PATROLI 86.COM ,, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan ketersediaan elpiji 3 kilogram atau yang dikenal sebagai gas melon harus tetap aman, terutama menjelang hari besar keagamaan yang biasanya diiringi lonjakan kebutuhan masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Norsan saat meninjau kegiatan pasar murah di Kabupaten Landak, Kalbar, Minggu (1/3/2026).
Ia menyebut Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah berkoordinasi langsung dengan PT Pertamina (Persero) guna memastikan distribusi berjalan lancar dan tidak terjadi kelangkaan di lapangan.
Menurutnya, momentum hari besar keagamaan kerap memicu peningkatan konsumsi, termasuk untuk kebutuhan rumah tangga dan pelaku usaha kecil. Karena itu, ia meminta Pertamina sigap merespons setiap potensi gangguan distribusi.
βKalaupun terjadi kenaikan hingga dua kali lipat, kita sudah minta kepada Pertamina agar jangan sampai menyulitkan masyarakat,β tegas Norsan.
Ia juga menekankan, pemerintah daerah telah lebih awal mengingatkan agar distribusi elpiji subsidi benar-benar diawasi. Respons cepat terhadap keluhan warga dinilai penting agar persoalan tidak meluas dan memicu kepanikan di masyarakat.
Pemprov Kalbar, lanjutnya, tidak akan tinggal diam apabila ditemukan lonjakan harga yang tidak wajar maupun hambatan distribusi.
Pengawasan akan diperketat dan langkah intervensi pasar siap dilakukan demi menjaga stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok.
βKita ingin masyarakat tenang. Jangan sampai saat hari besar justru kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar,β pungkasnya. (TH)








