
PATROLI86.COM,TEBO – Kepala Desa Semambu Hariantoni, menyatakan masih terus memperjuangkan nasib karyawan PT TAL yang diduga diberhentikan secara sepihak. Hal tersebut disampaikannya saat ditemui awak media pada Selasa (03/03/2026).
Perusahaan tersebut diketahui beroperasi di Desa Semambu, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo. Menurut Hariantoni, terdapat lima tuntutan utama yang diajukan karyawan kepada pihak perusahaan, yakni kejelasan status pekerjaan, upah yang belum sesuai UMP, pengaturan jam kerja, kepesertaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, serta penyediaan APD (alat pelindung diri).
Dalam pertemuan sebelumnya, pihak manajemen melalui Menejer Ginting disebut berjanji akan mendaftarkan 224 karyawan ke BPJS Ketenagakerjaan, dengan 36 orang di antaranya dikabarkan telah didaftarkan. Namun, saat awak media mendatangi kantor perusahaan, salah satu karyawan menyebut bahwa Menejer Ginting telah mengundurkan diri dan telah digantikan oleh manajer baru.
Sumber internal perusahaan yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa sejak aksi mogok kerja dilakukan, seluruh karyawan yang ikut mogok diduga diberhentikan secara sepihak. Persoalan ini dipicu oleh tuntutan hak karyawan yang dinilai belum dipenuhi oleh perusahaan.
Bahkan, polemik tersebut telah dibawa ke Depnakertrans Kabupaten Tebo melalui aksi demonstrasi beberapa hari lalu. Namun, menurut keterangan karyawan, rekomendasi dari Depnakertrans belum diindahkan oleh pihak perusahaan.
Ketua Serikat juga membenarkan adanya persoalan tersebut. Ia menyebut para karyawan telah bekerja cukup lama di perusahaan, mulai dari satu tahun hingga ada yang mencapai sepuluh tahun masa kerja.
Sementara itu, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Adi Muslim menegaskan bahwa KSPSI yang dipimpinnya merupakan organisasi yang legal dan berbadan hukum. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah kembali melayangkan surat kepada DPRD Kabupaten Tebo Komisi II untuk dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP). Surat tersebut juga ditembuskan kepada Polres Tebo, Kodim 0416/Bute, serta Bupati Tebo melalui Depnakertrans.
Para karyawan berharap perusahaan dapat lebih bijak dalam mengambil keputusan dan bersedia duduk bersama guna mencari solusi terbaik bagi kedua belah pihak.
Setelah menggali informasi dari sejumlah sumber di lapangan, awak media berupaya menemui pihak manajemen PT TAL. Namun, manajer perusahaan tidak berada di kantor dengan alasan sedang melaksanakan tugas ke luar daerah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT TAL belum dapat dikonfirmasi. Keterangan resmi dari perusahaan akan dimuat pada pemberitaan selanjutnya.
andi asmara






