
ANJONGAN,, PATROLI 86.COM ,,
Puluhan petugas gabungan berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan karhutla) di RT 14/RW 01, Kelurahan Anjongan Melancar, Kecamatan Anjongan, Kamis sore 5 Maret. 2026
Kobaran api dilaporkan meluas hingga mencapai pinggir Jalan Raya Anjongan-Sungai Pinyuh hingga mengganggu kelancaran lalu lintas.tuturnya depan wartawan patroli 86 com pada tanggal 7/3/2026
Kapolsek Sungai Pinyuh, AKP Setyadi menjelaskan, lahan yang terbakar di Kelurahan Anjongan Melancar merupakan lahan gambut dan hamparan semak belukar. Sebagian besar lahan tidak dikelola oleh pemiliknya.menurut keterangan salah satu toko masyarakat anjongan melalui watshap
Mengingat yang terbakar ini lahan gambut, sehingga kobaran api dengan cepat menyebarluas. Kondisi ini menyebabkan petugas kesulitan memadamkan titik api,” terangnya.
Masih disampaikan Kapolsek, faktor angin kencang dan kekeringan membuat api dengan beringas membakar lahan-lahan di sekitarnya. Sehingga, api sempat mencapai pinggir jalan raya dan bangunan ruko di sekitar lokasi kebakaran.
Api dengan cepat meluas dan menyebar ke lahan-lahan lainnya. Bahkan, kobaran api mendekati bangunan
ruko dan cafe di pinggir Jalan Raya Anjongan-Sungai Pinyuh,” bebernya.kepada wartawan
Kapolsek memastikan upaya penanggulangan karhutla tersebut telah dilakukan maksimal dengan melibatkan petugas gabungan
dari berbagai instansi mulai dari TNI/Polri, BPBD dan masyarakat.di kecamatan sungai anjongan
Upaya pemadaman dilakukan sangat maksimal dengan sumber daya yang ada. Polres Mempawah
menurunkan 1 unit water canon, BPBD Mempawah 3 unit mobil tangki, Polsek, Koramil dan Satlantas
juga turun ke TKP untuk mengatur arus lalu lintas,” paparnya.
Ditanya luas lahan yang terbakar, Kapolsek memperkirakan tak kurang dari 10 hektare
lahan gambut telah ludes terbakar. Bahkan, tidak menutup kemungkinan jumlahnya masih akan meluas
mengingat upaya pemadaman masih terus berlangsung.
Untuk kendala dilapangan masalah sumber air. Kita kesulitan mendapatkan sumber air
di sekitar TKP karhutla. Kendala lainnya, faktor angin kencang juga menyebabkan api sulit dikendalikan,” pungkasnya.(TH)









