
Ketapang – PATROLI 86.COM,, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Ketapang Tahun Anggaran 2025, Senin (16/03/2026), di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Ketapang.
Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Ketapang, H. Achmad Sholeh, S.T., M.Sos, didampingi Wakil Ketua DPRD Mateus Yudi, SE., M.Si. Turut hadir Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si, jajaran Forkopimda, seluruh anggota DPRD Kabupaten Ketapang, Sekretaris Daerah Repalianto, S.Sos., M.Si, para staf ahli bupati, Sekretaris DPRD Ketapang H. Agus Hendri, S.E., M.Si, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta para kepala bagian di lingkungan Sekretariat DPRD Ketapang.
Dalam rapat tersebut, Bupati Ketapang menyampaikan secara langsung Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 yang memuat berbagai capaian kinerja pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di berbagai sektor.
Capaian Urusan Wajib Pelayanan Dasar
Pada sektor pendidikan, partisipasi anak usia 5–6 tahun dalam pendidikan anak usia dini mencapai 35,72% dari target 48,79%, sementara partisipasi pendidikan dasar usia 7–15 tahun mencapai 89,17% dari target 96,30%. Adapun kondisi ruang kelas sekolah dasar dan menengah pertama dalam keadaan baik tercatat 35,35%.
Di bidang kesehatan, prevalensi stunting berhasil ditekan menjadi 8,39% dari target 18,8%. Persentase kematian ibu juga menurun dengan capaian 9% dari target 14%. Capaian imunisasi dasar lengkap tercatat 70,6%, termasuk yang tertinggi di Provinsi Kalimantan Barat.
Pada sektor pekerjaan umum dan penataan ruang, tingkat kemantapan jalan kabupaten mencapai 26,75% dari target 21,24%, sementara jaringan irigasi dalam kondisi baik mencapai 82,10% dari target 80,66%. Penambahan sambungan air minum rumah tangga juga tercatat 2,22% dari target 0,53%.
Sementara itu, pada perumahan rakyat dan kawasan permukiman, penanganan kawasan kumuh di bawah 10 hektare mencapai 4,31%, serta penanganan rumah tidak layak huni mencapai 83,60%. Persentase perumahan yang telah dilengkapi prasarana, sarana, dan utilitas umum mencapai 91,56%.
Pada sektor ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, penyelesaian gangguan ketertiban umum mencapai 100%, sementara pelayanan penyelamatan dan evakuasi korban bencana mencapai 88,42%, serta penanganan kebakaran 85,71%.
Dalam bidang sosial, pemenuhan kebutuhan dasar bagi korban bencana alam maupun sosial selama masa tanggap darurat tercapai 100%.
Capaian Urusan Wajib Non Pelayanan Dasar
Dalam bidang ketenagakerjaan, pelaksanaan kegiatan yang mengacu pada rencana tenaga kerja mencapai 38,10%. Sementara pada sektor ketahanan pangan, cadangan pangan pemerintah daerah mencapai 15,8% dari target 15%.
Pada sektor lingkungan hidup, tingkat ketaatan badan usaha terhadap izin lingkungan mencapai 24 badan usaha dari target 30, sementara penanganan sampah mencapai 25,04% dari target 25%.
Data administrasi kependudukan menunjukkan jumlah penduduk Kabupaten Ketapang berdasarkan konsolidasi Kemendagri semester II tahun 2025 sebanyak 586.505 jiwa. Kepemilikan KTP elektronik mencapai 91,75%, sedangkan penerbitan akta kelahiran mencapai 97,82% dari target 97%.
Di bidang pemberdayaan masyarakat dan desa, peningkatan status desa mandiri mencapai 25,03%, serta pelaksanaan Pilkades serentak di 41 desa berjalan aman dan lancar. Selain itu, pemerintah daerah juga telah meresmikan 10 desa persiapan.
Pada sektor perhubungan, rasio konektivitas transportasi darat dan air mencapai 45,60% dari target 55%, sedangkan perusahaan angkutan umum yang tersertifikasi sistem manajemen keselamatan mencapai 43,43%.
Dalam bidang komunikasi dan informatika, masyarakat yang mengetahui program prioritas pemerintah mencapai 72,64% dari target 70%. Pemerintah daerah juga memperkuat infrastruktur digital melalui jaringan intranet yang mencakup 30 perangkat daerah serta penyediaan akses internet publik di tiga lokasi.
Sementara pada sektor koperasi dan UMKM, pertumbuhan volume usaha koperasi mencapai 24%, sedangkan transformasi usaha mikro dari informal ke formal mencapai 24,22%.
Capaian Urusan Pilihan
Pada sektor perikanan, produksi perikanan tangkap mencapai 33.565,71 ton dari target 31.840 ton, sementara produksi perikanan budidaya mencapai 18.038 ton.Sektor pariwisata menunjukkan peningkatan kunjungan wisatawan nusantara sebesar 4,7%.
Di bidang pertanian, produksi tanaman pangan meningkat 38,39%, sedangkan produksi peternakan meningkat 8,83%. Pengendalian penyakit hewan menular strategis juga mencapai 89,44% dari target 84,98%.
Pada sektor perdagangan, stabilitas ketersediaan barang pokok mencapai 10% sesuai target, sementara sektor industri pengolahan mencatat pertumbuhan 7,41% dari target 6,11%. Adapun perkembangan kawasan transmigrasi mencapai 19% dari target 24%.
Opini WTP dan Komitmen Pembangunan
Dalam pidatonya, Bupati Ketapang menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Ketapang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan untuk yang ke-11 kalinya. Capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, serta dukungan masyarakat.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan dan anggota DPRD, Forkopimda, perangkat daerah, instansi vertikal, insan pers, serta seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang yang telah berperan dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.
Mengakhiri pidatonya, Bupati menegaskan komitmennya bersama Wakil Bupati untuk terus bekerja maksimal pada tahun 2026 guna mewujudkan visi pembangunan daerah, yakni “Pembangunan Berkeadilan untuk Kabupaten Ketapang Maju dan Mandiri.”(Suparman)








