
PATROLI 86.COM ,, Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, menyoroti lemahnya komunikasi pemerintah yang membuat kebijakan strategis
Presiden Prabowo Subianto sering disalah pahami publik. Ia menekankan substansi kebijakan sudah kuat, mencakup ketahanan energi,
ketahanan pangan, hilirisasi industri, pengembangan teknologi termasuk AI, dan pemberdayaan UMKM,
namun narasi yang lemah menyebabkan kebijakan tidak tersampaikan utuh.tuyurnya Idrus kepada publik
Idrus menilai para menteri dan juru bicara presiden harus lebih efektif menjelaskan arah dan tindak lanjut kebijakan
agar masyarakat memahami konteks, termasuk dampak tekanan global seperti konflik Timur Tengah yang memengaruhi pasokan energi.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi posisi Indonesia di forum internasional agar tidak disalahartikan sebagai keberpihakan.
Menurut Idrus, komunikasi yang reaktif menimbulkan kritik yang sebenarnya bisa menjadi solusi bila dijelaskan lebih awal.
Ia menekankan narasi harus terbuka, konsisten, dan komprehensif, menjelaskan skenario terbaik
hingga terburuk agar publik tidak salah menilai.di mata masyarakat tuturnya
Ia menegaskan Partai Golkar tetap mendukung penuh pemerintah, dengan kader diminta aktif menerjemahkan, mengimplementasikan, dan menyampaikan kebijakan
kepada masyarakat agar langkah presiden dapat dipahami luas.
Idrus juga menyoroti bahwa keberhasilan kebijakan tidak hanya ditentukan oleh substansi,
tetapi cara penyampaiannya; tanpa komunikasi jelas, kebijakan yang tepat bisa dianggap salah.
Ia menekankan pentingnya koordinasi internal pemerintah, kreatifitas juru bicara, dan strategi komunikasi yang sistematis
agar kebijakan prospektif dan antisipatif pemerintah bisa diterima publik dengan baik.katan idrus/golkar-soroti-lemahnya-narasi-pemerintah-
kebijakan-presiden-jadi-kerap-disalah pahami
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Malvyandie Haryadi
Foto: Istimewa,
partai golkar (th)








