
Sanggau– Kalimantan Barat — patroli 86.com ,, Minggu, 12 April 2026, Di balik megahnya pembangunan infrastruktur nasional, ada denyut kehidupan masyarakat yang tumbuh dan bergerak. Jembatan Pak Kasih Tayan menjadi salah satu contoh nyata bagaimana sebuah proyek besar mampu hidup berdampingan dengan aktivitas rakyat kecil.
Diresmikan oleh Joko Widodo pada 22 Maret 2016, jembatan sepanjang 1.650 meter ini awalnya dibangun untuk memperkuat konektivitas antarwilayah di Kalimantan Barat.
Keberadaannya menggantikan peran feri penyeberangan yang selama bertahun-tahun menjadi tumpuan masyarakat, sekaligus memangkas biaya dan waktu perjalanan.
Namun seiring waktu, fungsi jembatan ini berkembang jauh melampaui perannya sebagai penghubung. Setiap hari, sejak pagi hingga malam, jembatan ini tak pernah benar-benar sepi.
Di sisi lain jembatan, tampak para pedagang kecil memanfaatkan ruang yang ada.
Dengan sepeda motor, mereka menjajakan berbagai dagangan—buah-buahan segar, rujak, hingga minuman dingin—yang menjadi pelepas dahaga bagi para pengguna jalan.
Aktivitas ini menghadirkan wajah lain dari pembangunan. Infrastruktur besar yang awalnya dirancang untuk mobilitas kini ikut membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Arus kendaraan dari berbagai daerah seperti Sanggau, Sekadau, Sintang hingga Ketapang terus mengalir tanpa henti. Mobilitas logistik meningkat, perjalanan masyarakat menjadi lebih efisien, dan roda ekonomi pun ikut berputar lebih cepat.
Memasuki malam hari, suasana berubah namun tidak meredup. Lampu kendaraan yang melintas menciptakan panorama khas, sementara sebagian warga masih bertahan menjajakan dagangan atau sekadar menikmati suasana.
“Sekarang lebih ramai, dagangan juga lebih laku,” ungkap salah satu pedagang yang setiap hari berjualan di kawasan jembatan saat dikonfirmasi awak media Alamozia pukul 11.35 WIB
Nama “Pak Kasih” yang diusulkan oleh Cornelis pun terasa semakin relevan. Jembatan ini bukan hanya simbol pembangunan, tetapi juga cerminan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat.
Kini, Jembatan Pak Kasih Tayan berdiri sebagai bukti bahwa infrastruktur tidak hanya soal beton dan baja, melainkan tentang bagaimana ia memberi manfaat nyata—hidup, tumbuh, dan berkembang bersama rakyat kecil.(SKD)(,Thomas dp)








