
Halmahera Selatan // Patroli86.com – Pergantian kepemimpinan di tubuh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Halmahera Selatan akhirnya mencapai titik terang. Yusri Dukomolamo resmi menahkodai organisasi tersebut setelah Hasbin Umsohi menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Ketua Cabang.
Pergantian ini bukan sekadar rotasi kepemimpinan, melainkan cerminan dinamika internal organisasi yang sebelumnya mengalami stagnasi pasca pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab). Minimnya aktivitas kepemimpinan menjadi sorotan serius di kalangan kader dan mendorong dilakukannya evaluasi secara terbuka dalam forum resmi organisasi.
Dalam rapat yang dihadiri oleh pengurus cabang dan anggota, Hasbin Umsohi secara langsung menyampaikan pernyataan pengunduran dirinya.
“Dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, saya menyatakan mengundurkan diri sebagai Ketua DPC GMNI Halmahera Selatan. Pernyataan ini saya sampaikan secara resmi di hadapan seluruh pengurus cabang dan anggota,” tegas Hasbin.
Keputusan tersebut dinilai sebagai langkah tepat guna menghindari kevakuman kepemimpinan yang berlarut-larut. Dalam organisasi kader seperti GMNI, stagnasi tidak hanya melemahkan struktur, tetapi juga berpotensi menggerus kepercayaan kader dan basis massa.
Hasbin menegaskan, pengunduran dirinya bukan bentuk penghindaran tanggung jawab, melainkan upaya menjaga stabilitas dan soliditas organisasi. Ia berharap estafet kepemimpinan dapat dilanjutkan oleh figur yang mampu mengonsolidasikan kembali kekuatan GMNI di Halmahera Selatan.
Menindaklanjuti hal tersebut, forum rapat secara kolektif menetapkan Yusri Dukomolamo sebagai Ketua DPC GMNI Halmahera Selatan melalui mekanisme internal yang sah. Penetapan ini mempertimbangkan kebutuhan mendesak akan kepemimpinan yang aktif, progresif, dan responsif.
Sebagai ketua baru, Yusri dihadapkan pada tantangan besar untuk menghidupkan kembali roda organisasi. Ia menyatakan komitmennya untuk segera melakukan konsolidasi menyeluruh, memperkuat kaderisasi, serta mengembalikan GMNI ke garis perjuangan ideologisnya.
“Kepemimpinan ini bukan soal jabatan, tetapi tanggung jawab perjuangan. GMNI harus kembali hadir sebagai kekuatan rakyat, bukan sekadar simbol organisasi. Konsolidasi akan menjadi langkah awal untuk memastikan gerakan ini tetap hidup dan progresif,” ujar Yusri.
Pergantian kepemimpinan ini diharapkan menjadi titik balik bagi GMNI Halmahera Selatan untuk keluar dari fase stagnasi menuju konsolidasi dan ekspansi gerakan. Publik kini menanti sejauh mana kepemimpinan baru mampu menjawab tantangan dan mengembalikan marwah GMNI sebagai organisasi perjuangan yang berpihak pada rakyat.
Dengan demikian, secara organisatoris, tongkat estafet kepemimpinan GMNI Halmahera Selatan kini berada di tangan Yusri Dukomolamo, membuka babak baru perjuangan yang lebih terarah dan berpihak.
(Tim Red)








