
Sintang Kalbar,, patroli 86.com ,, 28/4/2026,Sangat miris dan memuakkan melihat realita yang terjadi di jantung kota Sintang. Jalan poros utama Sintang–Tempunak, tepatnya di Kelurahan Mengkurai, kini menjadi monumen kegagalan Pemerintah Kabupaten Sintang dalam menjamin keselamatan rakyatnya. Jembatan yang seharusnya kokoh berdiri sebagai urat nadi ekonomi dan mobilitas, justru dibiarkan
merana, lapuk dimakan usia tanpa sentuhan perbaikan permanen.
Gotong Royong Warga: Bukti Kelalaian Negara
Sudah bertahun-tahun warga Mengkurai harus turun tangan sendiri,
mengumpulkan keringat dan iuran demi menambal jembatan yang nyaris ambruk. Ironis! Di mana peran pemerintah?
Apakah fungsi negara telah bergeser hingga urusan jembatan di tengah kota pun harus menjadi beban pundak rakyat kecil?
Jika rakyat sanggup memperbaiki sendiri, lantas untuk apa birokrasi ini ada?
Musrenbang: Pajangan atau Solusi?
Setiap tahun Musrenbang tingkat kelurahan digelar, ribuan usulan dicatat, namun mengapa jembatan vital ini tak pernah menjadi prioritas utama?
Jangan salahkan publik jika berasumsi bahwa perencanaan daerah sedang “kacau balau”
atau hanya mementingkan proyek-proyek pencitraan di atas kertas semata.
Tuntutan Kami:
Hentikan Janji Manis: Kami tidak butuh kunjungan kerja tanpa aksi. Kami butuh alat berat dan material bangunan hadir di lokasi!
Transparansi Anggaran: Jelaskan kepada rakyat Mengkurai, mengapa anggaran daerah tidak mampu menjangkau jembatan di tengah kota
ini selama bertahun-tahun.
Segerakan Perbaikan Permanen: Jangan tunggu ada korban jiwa baru pemerintah sibuk membuat pernyataan bela sungkawa.
Pemerintah Kabupaten Sintang jangan menutup mata. Mengkurai adalah bagian dari kota ini, bukan wilayah pinggiran yang bisa diabaikan begitu saja.
Rakyat sudah lelah( dengan pembiaran!
Sintang Memprihatinkan Jembatan Mengkurai MosiTidakPercaya Suara Rakyat Sintang(Yohanes)







