
Ketapang,, patroli86.com ,, 27 April 2026_
Jalan Pelang Indotani kembali dikeluhkan warga,jalur ini penghubung vital antar kabupaten di Kalbar tapi kondisinya makin memprihatinkan dari dulu nggak tuntas-tuntas” meski gubernur & bupati sudah ganti berkali-kali.
Jalan ini Dipakai warga, truk sawit, CPO, angkut sembako,dan Kondisinya sekarang Banyak lubang, lumpur kalau hujan, debu kalau kemarau. Mobil kecil sering kandas. Ambulans susah lewat.Kata warga.
walau Sudah ganti pejabat berapa kali, Jalan Pelang – Indotani tetap rusak. Padahal ini urat nadi ekonomi.Gubernur lain aja heran kenapa Kalbar nggak beres-beres jalannya.
Versi Pantauan Media di Lapangan
Pemkab Ketapang & Pemprov Kalbar tidak diam. Alat berat masih kerja di beberapa titik Pelang – Indotani.Ada pengaspalan & pengerasan tahun 2024-2025.
Kendala utama: Status jalan tumpang tindih – sebagian jalan kabupaten, sebagian jalan provinsi, sebagian jalan nasional. Beda anggaran,beda yang tanggung jawab.
Anggaran terbatas* – APBD Ketapang & APBD Kalbar kalah besar dibanding panjang jalan rusak. 1 km aspal hotmix = Rp 3-4 Miliar.
Beban truk sawit/CPO 20-30 ton* – baru 6 bulan diaspal, sudah gelombang lagi.
Tanah gambut* – pondasi cepat amblas kalau tidak pakai cerucuk & geotextile, biayanya 2x lipat.
Birokrasi & kewenangan Pemkab tidak bisa pakai APBD untuk jalan provinsi, Pemprov nunggu DAK dari pusat.
Kenapa Gubernur Lain Sering Tanya “Jalan Kalbar Kok Nggak Tuntas
Kalbar luasnya 1,5x Pulau Jawa* tapi APBD cuma Rp 7 T. Jawa Barat APBD Rp 40 T.
Panjang jalan provinsi Kalbar: 1.800 km*. Yang mantap baru 40%.
Butuh Rp 15 T untuk tuntaskan semua.
Kerusakan lebih cepat dari perbaikan* – 1 tahun PUPR bisa bangun 50 km, tapi 100 km lain rusak karena truk ODOL + hujan ekstrem.
Jadi bukan Pemda nggak kerja, Uangnya yang nggak cukup, jalannya kepanjangan, bebannya kebanyakan.
Solusi Biar Jalan Pelang Indotani Tuntas
Pihak Yang Bisa Dilakukan Dasar HukumPemkab Ketapang
1. Usulkan ke pusat via Inpres Jalan Daerah 2026 2. Minta CSR PT sawit wajib perbaiki jalan yang dilalui Perpres 59/2022
Pemprov Kalbar. Prioritaskan Pelang–Indotanidi Musrenbang Provinsi
2. Bagi link anggaran: provinsi tangani jembatan, kabupaten tangani badan jalan UU 23/2014
Pusat/PUPR,Naikkan status jadi Jalan Strategis Nasional karena hubungkan sentra sawit 2. Kucurkan DAK khusus Rp 100 M/tahun UU 38/2004
Seharusnya Perusahaan Sawit Iuran perbaikan jalan Rp 50/liter CPO 2. Batasi tonase truk max 8 ton Perda Ketapang 3/2012
Warga & Media siap Kawal tiap tahap proyek, foto progres 2. Lapor kalau ada kontraktor kerja asal-asalan ke LKPP UU 14/2008 KIP
Jalan Realistis Buat Warga Sekarang
Minta Pemkab terbitkan SK Tanggap Darurat biar bisa pakai dana BTT untuk timbun lubang. Nggak harus nunggu aspal.
Bentuk Tim 11 Pengawas Jalan* isi tokoh masyarakat Pelang & Indotani. Tiap kontraktor kerja, didampingi. Viral kan kalau curang.
Kirim surat terbuka ke Presiden & Menteri PUPR* – “Jalan Pelang Indotani = Jalan Nasional Rasa Jalan Tani”.
Biasanya kalau viral, dapat Inpres.
Kesimpulan:*
Warga benar: jalan nggak tuntas-tuntas itu fakta.
Tapi pemerintah juga benar: kerja keras, tapi duit & kewenangan terbatas. *Solusinya bukan saling salahin, tapi dorong status jalan naik ke nasional + paksa PT sawit tanggung jawab.
jalan & anggaran PUPR Kalbar 2024-2026 biar beritanya kuat & nggak dibilang hoaks. Sertakan juga peta titik rusak Pelang–Indotani biar Pemprov nggak bisa ngeles.
Jalan bagus = ekonomi lancar. Kita kawal sama-sama(Thomas dp)






