
TANGGAMUS – patroli 86.com ,, Pejabat Dinkes Bungkam. Pola Tender Mirip Kasus RSUD-BM yang Sudah Tahan 3 Tersangka. Total Pagu Puluhan Miliar Disorot
Sejumlah proyek fisik di sektor,kesehatan milik Dinas Kesehatan,Tanggamus tahun anggaran 2025 disorot. Hasil penelusuran,dokumen pengadaan,menunjukkan adanya pola janggal.
Sedikitnya 10 paket pekerjaan renovasi fasilitas kesehatan tingkat desa memiliki nilai Harga Perkiraan Sendiri yang nyaris identik, di kisaran Rp714 juta per paket. Total pagu 10 paket tersebut mencapai lebih dari Rp7,1 miliar.
Kejanggalan lain, nilai penawaran yang diajukan pemenang di seluruh paket hanya turun tipis dari HPS, berkisar 1,2% hingga 3%. Dalam tender kompetitif, penurunan wajar biasanya 10% sampai 20%.
Data LPSE juga menunjukkan peserta yang mengikuti tender di 10 paket tersebut didominasi perusahaan yang sama, dengan pola pemenang bergiliran.
Kepala Dinas Kesehatan Tanggamus belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang dikirim wartawan hingga berita ini diturunkan.
Pola serupa kasus RSUD, BM.
Praktik ini mengingatkan publik pada kasus pengadaan alat kesehatan di RSUD Batin Mangunang tahun 2023. Pada 24 April 2025, Kejari Tanggamus telah menahan 3 tersangka dengan kerugian negara Rp2,1 miliar. Modusnya membeli alat di luar e-katalog.
Kajari Tanggamus Dr. Adi Fakhruddin sebelumnya menyatakan penyidikan masih bergulir dan tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru.
Dugaan di tingkat puskesmas
Selain proyek fisik, pengelolaan anggaran BLUD di beberapa Puskesmas juga jadi sorotan. Ditemukan pola pemecahan paket belanja modal, duplikasi anggaran bahan pangan, dan realisasi belanja obat yang rendah hanya 15,30% menurut data SIKD Kemenkeu 29 Juni 2025.
BPK RI Perwakilan Lampung sebelumnya mengungkap temuan SPPD fiktif di 23 Puskesmas se-Tanggamus.
Total dugaan kejanggalan anggaran sektor kesehatan Tanggamus 2023-2025 yang dihimpun mencapai lebih dari Rp16 miliar.
Red Patroli 86,
10 Mei 2026









