
Kalimantan Selatan, patroli86.com, — Jawabannya sama, tapi hasil penilaiannya berbeda.”
Kalimat itu kini menjadi sorotan tajam publik setelah beredarnya video Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI, Senin 11-Mei-2026.
Bukan soal kalah atau menang yang memicu reaksi masyarakat.
Yang dipersoalkan adalah dugaan ketidakkonsistenan penilaian di hadapan para peserta yang telah berjuang membawa nama sekolah dan daerah mereka.
Para pelajar yang berdiri di atas panggung itu bukan datang tanpa persiapan. Mereka belajar berbulan-bulan, menghafal materi kebangsaan, memahami konstitusi, melatih mental, dan menahan tekanan kompetisi tingkat nasional.
Mereka hadir dengan semangat intelektual dan keyakinan bahwa kompetisi akan berjalan adil.
Namun suasana berubah ketika dua jawaban yang dinilai memiliki substansi sama justru mendapatkan keputusan berbeda.
Dalam potongan video yang ramai diperbincangkan, Tim C dinyatakan salah dan mendapat pengurangan poin setelah menjawab proses pemilihan anggota BPK oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD serta diresmikan Presiden.
Sementara tim lain memberikan jawaban yang dinilai serupa, tetapi justru memperoleh tambahan nilai penuh.
Publik pun mempertanyakan :
di mana letak perbedaan mendasarnya..?
Persoalan ini bukan lagi sekadar angka di papan skor.
Ini menyangkut kredibilitas penyelenggaraan, integritas penjurian, dan rasa keadilan yang diterima peserta didik di ruang pendidikan publik.
Yang paling disayangkan, kekecewaan peserta terkesan dianggap sebagai luapan emosi biasa. Padahal bagi pelajar, pengalaman diperlakukan tidak konsisten di forum nasional dapat meninggalkan kesan mendalam terhadap makna keadilan itu sendiri.
Ajang pendidikan semestinya menjadi ruang yang menjunjung objektivitas, bukan ruang yang memunculkan tafsir berbeda untuk jawaban yang sama.
Ketika standar penilaian berubah-ubah, maka yang dipertaruhkan bukan hanya hasil lomba, tetapi juga kepercayaan generasi muda terhadap sistem yang mereka hormati.
Anak-anak tidak hanya belajar menjawab soal.
Mereka sedang belajar tentang nilai, etika, dan bagaimana negara memperlakukan kejujuran intelektual.
Karena itu, transparansi dan keberanian mengevaluasi keputusan adalah hal yang penting.
Bukan untuk mempermalukan siapa pun, tetapi untuk memastikan bahwa pendidikan kebangsaan tetap berdiri di atas prinsip yang paling mendasar: keadilan yang konsisten bagi semua.
Penulis : Irwansyah
Editor : Patroli86.com
Tim Media : Patroli86.com







