
Wonodadi 2, Kabupaten Kubu Raya,, patroli 86.com ,, pada Kamis (14/5/2026).Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung konsep integrated farming (pertanian terpadu) yang dikembangkan oleh pondok tersebut sebagai motor penggerak ekonomi umat.
Ketua Apimsa Kalbar, Ita Nurcholifah, beserta rombongan melihat langsung bagaimana unit usaha pertanian ini dikelola secara profesional. Kehadiran unit usaha ini menjadi bukti nyata keseriusan pengelola dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang berdaya saing dan siap mencetak pengusaha di bidang pertanian atau agropreneur.
Pengelola Integrated Farming Khadijah, Sudarmin, menyambut hangat kunjungan para pengusaha dan akademisi ini. Menurutnya, pertemuan ini merupakan bentuk sinergi yang luar biasa antara dunia pendidikan dan dunia usaha.
“Ini satu karunia dan keberkahan bagi kami didatangi orang-orang baik, para cendekiawan, dan orang-orang yang peduli dengan pendidikan serta usaha. Melalui asbab silaturahmi ini, muncul banyak rencana kebaikan yang luar biasa bagi pengembangan pondok ke depan,” ungkap Sudarmin.
Koordinator Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Apimsa Kalbar, Yusniardi, mengaku terinspirasi dengan pengelolaan lahan yang ada di Pondok Khadijah. Ia menilai model pertanian terpadu di tempat ini sangat layak untuk diduplikasi oleh lembaga pendidikan lainnya.
“Alhamdulillah, melihat langsung peternakan dan tanaman di sini memberi inspirasi bagi kami untuk meniru atau copy-paste konsepnya. Kami berharap bisa terus menimba ilmu dari sini,” ujar Yusniardi.
Senada dengan itu, Anggota Koordinator Pertanian Apimsa Kalbar, Hendro Suparman, menekankan pentingnya santri memiliki bekal wirausaha agar dapat mandiri setelah lulus nanti.
Selengkapnya :(Yohanes R)








