
Patroli86.com – patroli 86.com ,, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengapresiasi penyelenggaraan Karya Kreatif Nusa Tenggara Barat (KK-NTB) 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi NTB. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan perkembangan signifikan dalam penguatan ekonomi kreatif dan pemberdayaan UMKM di daerah.
Hal tersebut disampaikan Gubernur saat membuka KK-NTB 2026 bertema Harmoni Kreatif Sasambo di Atrium Lombok Epicentrum Mall, Jumat (15/5).
Dalam sambutannya, Gubernur menekankan pentingnya proses inkubasi yang terstruktur bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu tumbuh mandiri dan menghasilkan produk bernilai lebih tinggi.
“Tahun pertama itu adalah untuk upstarter, startup. Tahun kedua kemudian pengembangan diversifikasi produk. Tahun ketiga adalah full commercialisation. Sehingga tahun ketiga setiap pemberdayaan ini harus berujung dengan kemandirian. Jadi harapan kita, teman-teman UMKM itu hanya merasakan proses inkubasi itu maksimal tiga tahun sehingga setiap tahun kita melahirkan produk-produk UMKM baru. Dan mereka yang sudah mengalami inkubasi selama tiga tahun sudah mulai masuk ke premium product,” tegasnya.
Gubernur juga mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap produk lokal. Menurutnya, karya para pengrajin NTB tidak hanya dipandang sebagai kerajinan tangan, tetapi sebagai karya seni yang memiliki nilai budaya dan proses kreatif tinggi.
“Saya selalu mengharapkan bahwa produk-produk dari pengrajin-pengrajin kita ini nanti akan mengalami naik kelas dari handicraft jadi art, jadi produk seni. Mari kita melihat bahwa produk-produk pengrajin kita ini bukan sekadar kerajinan tangan, tapi dia art, karena dia butuh waktu sangat panjang untuk sampai ke sebuah hasil yang sempurna,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap produk lokal, Gubernur hadir mengenakan tenun Muna Pa’a khas Dompu yang menurutnya memiliki kualitas dan kerapian tinggi.
Sementara itu, Koordinator Wilayah BI Bali Nusra, Achris Sarwani, menyampaikan bahwa Bank Indonesia terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan sektor ekonomi kreatif dan UMKM.
“Salah satu yang harus dikelola adalah sumber-sumber pertumbuhan ekonomi yang baru, yang enggak tradisional. Kita mendorong pertumbuhan ekonomi dan salah satunya adalah di ekonomi kreatif ini. Kami sangat support yang mendorong agar memenuhi kebutuhan para wisatawan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sektor pariwisata di wilayah Bali dan Nusa Tenggara menjadi salah satu penggerak utama ekonomi dengan kontribusi hampir 30 persen terhadap perekonomian regional.
Kepala Perwakilan BI NTB, Hario K. Pamungkas, melaporkan bahwa KK-NTB 2026 berlangsung selama tiga hari, 15–17 Mei 2026, dan melibatkan 119 UMKM binaan maupun mitra.
Menurutnya, salah satu fokus utama kegiatan tahun ini adalah penguatan sektor kopi lokal melalui kolaborasi dengan Lombok Coffee Hub yang menghadirkan enam kedai kopi pilihan, yakni Rota, Kinta, Pinkot, Harmosbrew, Acibara, dan Ace, dengan sajian berbahan kopi asli NTB.
Selain pameran produk UMKM, kegiatan tersebut juga diramaikan dengan fesyen wastra, produk kriya, serta kuliner khas Sasambo seperti Ayam Taliwang, Soto Sumbawa, dan Salome Bima.
KK-NTB 2026 juga mengedepankan sistem pembayaran non-tunai melalui QRIS, termasuk layanan QRIS cross-border untuk memudahkan transaksi wisatawan mancanegara.
Salah seorang pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku merasakan manfaat besar dari dukungan Bank Indonesia terhadap pengembangan usaha lokal.
“Lebih banyak efeknya, semuanya kita ada efek buat menyalurkan usaha kita. Luar biasa, Bank Indonesia,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah NTB Abul Chair, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, Wakil Bupati Sumbawa Barat Hanipah, Ketua Dekranasda NTB Sinta M. Iqbal, Wakil Ketua Dekranasda NTB Windi Marlini Abul Chair, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTB.







