
LEBAK ||patroli 86.com ,, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Fast Respon Indonesia DPC FRIC kabupaten Lebak angkat bicara, terkait ada laporan ketua Korkab BGN kabupaten Lebak Asep Royani menyampaikan ke Bupati bahwa ada oknum yang tidak kooperatif di saat di pinta data dan ada ucapan Preman oleh bupati Lebak yang di tayangkn di media online pada hari Rabu 10 mei 2026 dalam acara rapat kordinasi dan evaluasi BGN dan Mitra SPPG sekabupaten Lebak bertempat di aula Multatuli pendopo kabupaten Lebak.
Jumat 12/06/2026
Seperti sudah di ketahui sejak awal Tim perkumpulan media Fast Respon Indonesia FRIC kabupaten Lebak sudah fokus mengawal dan mengontrol kegiatan operasional dapur MBG yang ada di kabupaten Lebak sekaligus pendukung Asta Cita Program pak Presiden Prabowo,agar berjalan baik sesuai SOP sehingga harapan kedepan program tersebut bisa sukses dan lebih bermanfaat bagi penerima manfaat maupun bisa meningkatkan sumber pendapatan bagi pelaku usaha lokal serta tidak ada kendala maupun hambatan.
A.Sutisna ketua Fast Respon Indonesia Center FRIC ” Saya berharap kepada ketua Badan Gizi Nasional BGN Kordinator kabupaten Lebak Asep Royani agar bisa menjelaskan pihak pemerintah desa mana dan kecamatan mana secara detail waktu minta data pihak yang tidak kooperatif tegasnya.
Sekalipun sudah ada jawaban klarifikasi di salah satu media kamis kemarin 11/06/2026 bahwa yang di maksud adalah pihak desa dan kecamatan supaya lebih transparan dan publik tahu ungkapnya.
Kepada pihak Pemda Lebak khususnya Bupati Lebak apakah sudah di beri tahu identitas nama desa dan kecamatan yang di maksud oleh Korkab Lebak imbuhnya.
Ayo kita jaga dan kawal program Presiden Prabowo ini agar berjalan sesuai SOP dan jangan sampai di buat gaduh oleh laporan atau ucapan yang kurang tepat dan dapat menyinggung pihak lain,bikin suasana kondusif adapun banyak permasalahan terkait MBG di kabupaten Lebak sikapi dengan tenang dan santai tapi fokus,agar semua permasalahan bisa terselesaikan dengan baik sesuai harapan suksesnya program Asta Cita Presiden Parbowo,tutupnya.
Sementara berita ini di tayangkan tim awak media FRIC berusaha menghubungi Korkab BGN Kabupaten Lebak Asep Royani dan pihak Bupati Lebak untuk klarifikasi.






