
Patroli86.com – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menerima kunjungan resmi Duta Besar Oman, Mohamed Ahmed Salim, di ruang kerjanya pada Kamis (18/6/2026).
Didampingi Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTB, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DMPTSP) Provinsi NTB, serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Provinsi NTB memaparkan berbagai peluang investasi strategis di sektor energi terbarukan, pariwisata, dan hilirisasi maritim untuk menarik minat investor Timur Tengah.
Di sektor energi, NTB menawarkan tiga proyek prospektif. Proyek pertama adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 20 MW di Sengkol, Lombok Tengah, dengan investasi (CAPEX) 16–18 juta Dolar AS dan IRR 14%. Proyek kedua adalah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Jerowaru, Lombok Timur, seluas 100 hektare dengan CAPEX 45 juta Dolar AS dan IRR 16%.
Kedua proyek ini berstatus siap investasi, berisiko rendah, dan terikat kontrak jangka panjang dengan PLN dengan harga tetap. Proyek ketiga adalah potensi pemanfaatan 15 bendungan daerah untuk PLTS Terapung dan hidro, seperti di Bendungan Mama (0,5 MW), memanfaatkan keunggulan iradiasi surya NTB yang tinggi.
Pada sektor pariwisata, ditawarkan proyek prioritas (IPRO) berupa akomodasi mewah, termasuk Hotel Bintang Lima di Kawasan Tujuh Mata Air Bawah Laut (Seven Spring Under Sea) Pantai Kerakas, Hotel Pantai Gili Gede, Hotel Mauktika Mandalika, dan Hotel Kuta Heights. Investasi ini dijamin aman karena masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (Perpres No. 84/2021), didukung 92% masyarakat lokal, serta mendapatkan fasilitas perizinan cepat (red carpet) dan lahan yang bersih (clean and clear).
Sementara di sektor kelautan dan perikanan, NTB menonjolkan potensi akuakultur yang pada tahun 2025 produksinya mencapai 987.210,6 Ton. Komoditas unggulannya meliputi rumput laut (terbesar ke-3 nasional), lobster mutiara dan pasir, serta ikan air tawar (Nila, Lele, Mas) dengan sisa lahan potensial yang belum dimanfaatkan mencapai lebih dari 10.000 hektare.
Selain itu, ditawarkan investasi hilirisasi garam terpadu, khususnya di Sumbawa yang memiliki 3.000 hektare lahan potensial, serta pengembangan Pelabuhan Perikanan Soromandi di Teluk Cempi, sebagai pusat pascapanen dan cold storage modern berorientasi ekspor untuk komoditas bernilai tinggi seperti Tuna dan Cakalang.








