
Jakarta – patroli 86.com ,, 19 Juni 2026
Penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) diproyeksikan berdampak signifikan terhadap penerimaan operasional dan insentif pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola TNI dan Polri.
Data Dapur & Pengelolaan
Di Polri, program MBG dijalankan melalui Sentra Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) yang dioperasikan Polri bekerja sama dengan Yayasan Kemala Bhayangkari. Saat ini tercatat 1.376 dapur aktif di seluruh Indonesia. Target awal perluasan dapur MBG Polri mencapai 1.500 unit.
Untuk TNI, jumlah dapur MBG tidak dirilis secara resmi dalam satu angka nasional. Operasional MBG TNI tersebar di berbagai wilayah sesuai infrastruktur dan komando teritorial masing-masing.
Estimasi Dampak Finansial
Berdasarkan berbagai sumber, penghentian program MBG diperkirakan menimbulkan dampak finansial pada operasional dapur. Estimasi yang beredar: TNI berpotensi kehilangan pendapatan sekitar Rp2,7 miliar per hari.
Sementara Polri diperkirakan berpotensi kehilangan pendapatan sekitar Rp7,8 miliar setiap harinya dari pengelolaan SPPG.
Catatan Redaksi Media Patroli http://86.com:*
Data jumlah dapur Polri 1.376 unit dan target 1.500 unit serta estimasi kerugian harian Rp2,7 miliar TNI dan Rp7,8 miliar Polri bersumber dari berbagai sumber.
Redaksi menunggu konfirmasi resmi dari BGN, Mabes TNI, Mabes Polri, dan Yayasan Kemala Bhayangkari.
Redaksi terbuka menerima rilis resmi, data akurat, dan klarifikasi dari pihak terkait untuk pemberitaan berimbang.
Rilis ini bersifat informasi awal terkait potensi dampak, bukan keputusan final kebijakan)Thomas dp patroli 86 com kaperwil Kalbar)







