
Patroli86.com – Kawasan Mandalika kembali menjadi perhatian dalam upaya penguatan sistem pertahanan dan keamanan nasional. Satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menggelar latihan pengamanan di kawasan tersebut sebagai bagian dari pengamanan Program Strategis Nasional (PSN), sekaligus menunjukkan kesiapan aparat dalam mendukung berbagai agenda berskala nasional maupun internasional yang diselenggarakan di NTB.
Pelaksanaan latihan tersebut dijelaskan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, bersama Panglima Kopassus Letnan Jenderal TNI Djon Afriandi dalam keterangan pers di Pendopo Gubernur NTB, Senin (29/6).
Menurut Gubernur, Mandalika dipilih sebagai lokasi latihan karena memiliki nilai strategis sebagai salah satu kawasan PSN yang menjadi perhatian pemerintah pusat.
“Latihan ini bertujuan memberikan keyakinan atau assurance bahwa situasi keamanan di kawasan Mandalika tetap aman dan terkendali, terutama menjelang berbagai agenda nasional maupun internasional seperti MotoGP,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa latihan tersebut merupakan bagian dari program rutin Kopassus yang juga dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia. Kehadiran satuan elite TNI di NTB sekaligus menjadi bentuk kesiapsiagaan negara dalam menjaga kawasan-kawasan strategis nasional.
Selain memperkuat aspek pengamanan, latihan ini juga dirancang sebagai sarana mendekatkan TNI dengan masyarakat. Setelah kegiatan selesai, masyarakat diberikan kesempatan untuk melihat secara langsung berbagai perlengkapan militer, menaiki kendaraan taktis, berinteraksi dengan prajurit Kopassus, hingga berfoto bersama.
“TNI adalah milik rakyat. Karena itu kami ingin masyarakat dapat melihat secara langsung kehadiran Kopassus sebagai bagian dari upaya mendekatkan diri kepada masyarakat, khususnya di NTB,” katanya.
Gubernur menjelaskan bahwa NTB memiliki arti penting dalam sistem pertahanan nasional. Selain menjadi lokasi berbagai Program Strategis Nasional, wilayah ini juga berada di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II yang memiliki nilai strategis dari sisi pertahanan, keamanan, maupun lalu lintas pelayaran internasional.
Karena itu, pengamanan kawasan strategis seperti Mandalika menjadi tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, maupun unsur terkait lainnya.
Menanggapi keterkaitan latihan dengan persiapan pengamanan ajang MotoGP, Gubernur menegaskan bahwa fokus latihan tidak hanya ditujukan untuk satu agenda tertentu, tetapi dalam konteks menjaga keamanan seluruh kawasan PSN.
“Semua stakeholder terlibat memberikan pengamanan dan penguatan terhadap Program Strategis Nasional. Ini menunjukkan bahwa PSN memiliki arti strategis bagi semua pihak,” pungkasnya.
Lepas Joyride Kendaraan Taktis dan Dukung Jambore Nasional BPAN
Usai mengikuti rangkaian latihan pengamanan PSN di Mandalika, Gubernur NTB juga melepas joyride atau konvoi kendaraan taktis di depan Kantor Gubernur NTB. Pelepasan tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian Jambore Nasional V Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN).
Mengusung tema “Pemuda Adat Menjaga Identitas, Mengelola Wilayah Adat, dan Tangguh Menghadapi Krisis”, jambore tersebut menjadi ruang konsolidasi pemuda adat dari berbagai daerah di Indonesia untuk memperkuat pelestarian budaya sekaligus meningkatkan kapasitas menghadapi berbagai tantangan sosial, lingkungan, dan kebangsaan.
Melalui penyelenggaraan latihan Kopassus maupun dukungan terhadap Jambore Nasional BPAN, Pemerintah Provinsi NTB menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta membangun kedekatan antara negara dan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung keberhasilan berbagai program strategis nasional sekaligus memperkuat posisi NTB sebagai daerah yang aman, terbuka, dan siap menjadi tuan rumah berbagai agenda nasional maupun internasional.







