
Bandung ,, patroli 86.com ,,
Semangat persaudaraan lintas budaya dan agama menjadi pesan utama yang disampaikan guru spiritual Pasraman Sarwa Dharma, Ketut Purniti saat mengikuti rangkaian acara Asia Africa Festival (AAF) 2026 di Kota Bandung. Melalui keikutsertaan Pasraman Sarwa Dharma dengan parade Ratha Yatra, Ketut Purniti menilai festival ini merupakan ruang nyata untuk mempererat persatuan sekaligus memperkenalkan nilai-nilai spiritual yang universal kepada masyarakat.
Ketut Purniti mengatakan, Bandung memiliki makna historis yang sangat kuat dalam perjalanan perdamaian dunia. Karena itu, penyelenggaraan Asia Africa Festival dinilai bukan hanya sebagai perayaan seni dan budaya, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya membangun hubungan yang harmonis di tengah keberagaman bangsa, suku, agama, dan budaya.
โBandung memiliki sejarah yang menginspirasi lahirnya semangat persaudaraan bangsa-bangsa. Melalui Asia Africa Festival, kita kembali diingatkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk saling menghormati dan hidup berdampingan dengan damai,โ ujar Ketut Purniti.
Ia menjelaskan, kehadiran Pasraman Sarwa Dharma melalui konsep Ratha Yatra membawa pesan kasih sayang, ketulusan, dan kedamaian yang bersumber dari ajaran spiritual. Lantunan Mahamantra Hare Krishna yang dikumandangkan sepanjang parade diharapkan mampu menjadi doa bersama bagi terciptanya kehidupan yang harmonis, baik di Indonesia maupun di dunia.
Menurutnya, keberagaman peserta yang berasal dari berbagai daerah dan negara menjadi gambaran bahwa budaya mampu menjadi bahasa universal yang menyatukan manusia tanpa memandang latar belakang. Hal tersebut sejalan dengan nilai-nilai Pancasila yang menjunjung tinggi persatuan dalam keberagaman.
Selain membimbing kegiatan spiritual di Pasraman Sarwa Dharma, Ketut Purniti juga terus mengajarkan nilai-nilai karakter yang bersumber dari Bhagavad Gita. Ia meyakini pembentukan karakter yang berlandaskan cinta kasih, disiplin, dan kepedulian terhadap sesama merupakan fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang damai.
Pada kesempatan itu Ketut Purniti menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung yang telah menghadirkan ruang kolaborasi budaya berskala internasional melalui Asia Africa Festival. Menurutnya, kegiatan seperti ini perlu terus dipertahankan karena mampu mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus memperkenalkan wajah Indonesia yang menjunjung tinggi toleransi.
Ia juga menitipkan doa bagi Penjabat Wali Kota Bandung, Pak Farhan, yang berhalangan hadir karena kondisi kesehatan. Ketut Purniti berharap beliau segera pulih dan dapat kembali menjalankan tugas melayani masyarakat.
Bagi Ketut Purniti, Asia Africa Festival bukan sekadar perayaan budaya tahunan, melainkan simbol harapan bahwa perdamaian dapat terus dibangun melalui dialog, seni, budaya, dan nilai-nilai spiritual. Melalui semangat tersebut, ia berharap Indonesia terus menjadi contoh bagi dunia dalam merawat kebinekaan sebagai kekuatan bangsa.








