
Warga Minta Dinkes Tanggamus Evaluasi Agar Sesuai Juknis
TANGGAMUS, LAMPUNG – PATROLI86.COM
Selasa, 21 Juli 2026,Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Dapur SPPG 02 Purwodadi untuk wilayah Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus masih menggunakan sistem distribusi yang dinilai tidak sesuai Petunjuk Teknis. Berdasarkan hasil penelusuran PATROLI86.COM, makanan tidak diantar sampai ke rumah penerima, melainkan hanya dititipkan di rumah kader.
Hal ini terungkap dari percakapan penerima manfaat di grup WhatsApp “PENERIMA MBG POSYANDU” dan hasil konfirmasi ke beberapa penerima, Senin 21 Juli 2026.
“MBG mu itu di anter apa di taro ke rumah2 penerima? Eh apa di taro di rumah kader”
“Taro rumah kader terus kita ngambil kesana. Mana sekarang setiap hari ngambilnya” demikian isi chat dari penerima.
Kondisi yang sama juga dialami penerima kategori Busui dan bayi.
“Kalau mbg untuk bayi busui itu gmn mbaaa. Terus nek busui bayi itu hanya di taro ke rumah kader atau di anter ke rumah2 mba?””Biasane Dirumah kader pengambilan Makanan ne by. kumpul dirumah kader nek biasane” jawab penerima lain.
Untuk menu, penerima Busui mendapat porsi yang sama dengan penerima umum. “podo wae by. Sama semua”
Awalnya Tolak, Kini Sudah Diantar di ,Cempaka Sebelumnya, sejumlah penerima di Posyandu Cempaka sempat menolak mengambil MBG karena merasa keberatan diminta jemput sendiri. Setelah ada saran agar sistem diubah, pengurus Posyandu Cempaka akhirnya mengantar makanan ke rumah warga.
“Alhamdulillah di antar dari pihak pengurus Posyandu Cempaka, ini bentuk menu yang diterima dari bantuan makan gizi dari dapur SPPG 02 Purwodadi kecamatan Gisting”ujar salah satu penerima sambil menunjukkan menu, nasi, telur, tumis kacang panjang, tempe, buah salak dan susu UHT 115ml.
Penerima Lain Minta Jangan Tebang Pilih,Di tengah keluhan, penerima lain bernama Debby yang juga Busui memberikan tanggapan. Ia meminta agar pemberitaan tidak hanya menyorot Posyandu Cempaka.
“Mohon maaf hanya sekedar saran. Harusnya om cek ke posyandu-posyandu lainnya juga gak hanya kader posyandu cempaka saja om. Saya rasa banyak juga diambil di rumah kader. Bahkan mayoritas begitu” tulisnya.
“Jadi kasian juga kader cempaka terus yang jadi berita. Seolah-olah pengurus posyandu cempaka tidak menjalankan amanah dengan baik. Sedangkan banyak posyandu-posyandu lainnya yang seperti itu juga” lanjutnya.
,Melanggar Juknis Kemenkes
Sesuai Petunjuk Teknis MBG/PMT Kemenkes dan Kemensos, distribusi wajib menggunakan “sistem jemput bola”. Artinya tim SPPG atau kader wajib mengantar makanan sampai ke rumah penerima.
Tujuannya agar bantuan tepat sasaran, menjangkau warga yang tidak punya kendaraan, dan mencegah makanan mubazir karena tidak diambil.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi dari Kepala Dinkes Kabupaten Tanggamus maupun Penanggung Jawab Dapur SPPG 02 Purwodadi.
Warga berharap adanya evaluasi menyeluruh agar seluruh Posyandu binaan SPPG 02 Purwodadi menerapkan mekanisme yang sama dan sesuai aturan, sehingga program MBG Presiden Prabowo berjalan optimal.
maulani







