
Ketapang – patroli 86.com ,, Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berlangsung selama sepekan terakhir memicu antrean panjang di sejumlah SPBU di Kabupaten Ketapang.
Organisasi masyarakat Laskar Jagadilaga Kabupaten Ketapang mendesak Polres Ketapang mengambil langkah konkret untuk mengusut dugaan penyelewengan dalam distribusi BBM.
Panglima Besar Laskar Jagadilaga Kabupaten Ketapang, Daniel, mengatakan kondisi yang terjadi saat ini telah merugikan masyarakat. Warga harus mengantre selama berjam-jam untuk memperoleh BBM, sementara aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat ikut terdampak.
“Kami mengapresiasi upaya pemerintah daerah dan pihak terkait yang sedang berusaha mengatasi kelangkaan BBM. Namun, aparat penegak hukum juga harus hadir dengan tindakan nyata. Polisi wajib mengusut jika memang ada dugaan permainan dalam distribusi BBM,” kata Daniel, Rabu (22/7/2026).
Menurut Daniel, antrean panjang yang masih terjadi meski pasokan BBM telah beberapa kali masuk ke Ketapang menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Karena itu, ia meminta kepolisian melakukan pengawasan menyeluruh terhadap rantai distribusi, mulai dari titik penyaluran hingga SPBU.
“Kalau memang seluruh proses distribusi berjalan sesuai prosedur, tentu harus dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat. Namun, jika ada oknum yang melakukan penimbunan atau penyalahgunaan distribusi, kami meminta agar ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.
Daniel menilai penegakan hukum menjadi langkah penting untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem distribusi BBM. Ia juga meminta aparat kepolisian tidak ragu melakukan penyelidikan apabila ditemukan indikasi pelanggaran.
Selain itu, Jagadilaga mendesak PT Pertamina Patra Niaga memberikan penjelasan secara transparan mengenai penyebab kelangkaan BBM yang masih terjadi. Penjelasan tersebut, menurutnya, perlu mencakup kondisi stok, jadwal distribusi, hingga langkah-langkah yang ditempuh agar pasokan kembali normal.
“Yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah kepastian distribusi berjalan normal dan tindakan tegas terhadap siapa pun yang terbukti menyalahgunakan distribusi BBM,” katanya.
Dalam beberapa hari terakhir, antrean kendaraan roda dua dan roda empat masih mengular di sejumlah SPBU di Kabupaten Ketapang. Di sisi lain, sejumlah pengecer BBM di pinggir jalan dilaporkan menghentikan penjualan karena kehabisan stok.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Ketapang telah berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga untuk mempercepat pasokan BBM ke wilayah Ketapang. Sementara itu, Polres Ketapang mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan .( yas).Thomas dp kaperwil Kalbar)








