
Pohon Durian & Sonokeling Dibakar dan Ditebang, KPH Turun Tangan
TANGGAMUS, LAMPUNG – PATROLI86.COM
Senin, 27 Juli 2026
Diduga telah terjadi perusakan kawasan hutan di wilayah Register 28. Sejumlah pohon Durian dan Kayu Sonokeling dilaporkan dibakar dan ditebang/teras.
Lokasi kejadian berada di tanah kawasan Register 28, Pekon Campang, Wayhandak, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Kejadian tersebut diduga terjadi pada tanggal 21 Juli 2026.
Dugaan kronologi ,Berdasarkan informasi yang diterima media PATROLI86. dari masyarakat, lahan garapan tersebut diduga milik sdr.A
Pelaku yang diduga melakukan pembakaran dan penebangan pohon berinisial sdr. AH,yang berstatus sebagai buruh kerja.
Dari keterangan warga, sdr. AH diduga mendapat perintah dari pemilik lahan untuk melakukan penebangan dan pembakaran terhadap pohon-pohon tersebut.
Pohon yang menjadi sasaran adalah pohon Durian dan pohon Sonokeling yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Respon KPH register 28,
Menindaklanjuti laporan masyarakat, pihak KPH Register 28,pak koman sebagai setiap , menyatakan akan segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan, pengukuran, dan penindakan lebih lanjut.
“Kami akan turun ke lokasi untuk memverifikasi kebenaran laporan dan melakukan tindakan sesuai aturan yang berlaku” ujar sumber dari KPH Register 28 kepada media PATROLI86.
Desakan penegakan hukum
Kerusakan hutan di Register 28 menjadi perhatian karena kawasan tersebut merupakan kawasan hutan lindung/produksi yang harus dijaga kelestariannya.
Media PATROLI86.mendesak agar
KPH Register 28, segera melakukan identifikasi, verifikasi lapangan dan menghitung kerugian negara,
Aparat Penegak Hukum terkait melakukan penyelidikan jika terbukti ada unsur pidana sesuai UU Kehutanan No.41 Tahun 1999
Warga berharap ada efek jera agar kawasan Register 28 tidak terus dirusak dan fungsi hutan tetap terjaga.
Hingga berita ini diturunkan, media PATROLI86. masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak yang diduga terkait.
PATROLI86.akan terus mengikuti perkembangan di lapangan.
MLN








