
Halmahera Selatan//Patroli86.com// – Upaya menjaga kawasan pesisir terus dilakukan di Desa Soligi, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Salah satu langkah yang mendapat perhatian adalah penanaman mangrove sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem pesisir dan mengurangi risiko abrasi.
Kegiatan penanaman mangrove di Desa Soligi melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM), masyarakat Desa Soligi, Pemerintah Desa Soligi, Kelompok Tongke, pelajar, serta Harita Nickel.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 26 Juli 2026. Sebanyak 380 bibit mangrove ditanam di kawasan pesisir Desa Soligi.
Penanaman mangrove menjadi salah satu bentuk kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga kawasan pesisir. Mangrove memiliki fungsi ekologis, antara lain membantu melindungi garis pantai, menjadi habitat berbagai biota, serta mendukung keseimbangan ekosistem pesisir.
Bagi masyarakat pesisir Desa Soligi, keberadaan kawasan mangrove diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam menjaga lingkungan sekitar dan menghadapi potensi abrasi.
Upaya tersebut tidak berhenti pada penanaman bibit. Perawatan dan pemantauan juga menjadi bagian penting agar mangrove yang telah ditanam dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
Keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberlanjutan program. Dengan adanya partisipasi warga, pelajar, pemerintah desa, kelompok masyarakat, mahasiswa, dan pihak terkait lainnya, pelestarian kawasan pesisir diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Desa Soligi yang berada di wilayah pesisir Pulau Obi memiliki hubungan erat dengan laut dan sumber daya pesisir. Karena itu, menjaga kawasan pesisir bukan hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari menjaga ruang hidup masyarakat untuk masa mendatang.
Mangrove pun dapat dipandang sebagai “benteng alami” yang perlu dirawat bersama. Penanaman ratusan bibit di Desa Soligi menjadi langkah awal yang membutuhkan keberlanjutan, terutama melalui pemeliharaan, pengawasan, serta keterlibatan masyarakat secara konsisten.
Dengan demikian, keberadaan mangrove diharapkan tidak hanya menjadi penghijauan di kawasan pesisir, tetapi juga menjadi investasi ekologis bagi generasi masyarakat Desa Soligi dan Pulau Obi di masa mendatang.
(Tim Red)






