
TABANAN — Pensiun dari dunia birokrasi bukan berarti harus berhenti berkarya. Prinsip itulah yang dijalankan I Ketut Muliasa, S.H., M.Si., mantan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang kini sukses mengembangkan usaha kuliner Warung Ravaya Arim & Villa Tengah Sawah di Banjar Suradadi, Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan.
Kawasan Belimbing, Pupuan memang dikenal dengan karakter pedesaan, persawahan dan kehidupan agraris yang kuat. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Tabanan mencatat mayoritas masyarakat Kecamatan Pupuan bekerja di sektor pertanian dan perkebunan. (dispar.tabanankab.go.id)
Bagi Ketut Muliasa, suasana tersebut bukan sesuatu yang asing. Lahir pada 1959 dan tumbuh dari keluarga petani, kehidupan agraris telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya sejak kecil.
Setelah menempuh pendidikan dan mengabdikan diri sebagai PNS, Ketut Muliasa memasuki masa pensiun pada 2015. Alih-alih menikmati masa pensiun hanya dengan berdiam diri di rumah, ia bersama sang istri justru mencari cara untuk tetap produktif sekaligus menjaga hubungan sosial dengan masyarakat.
“Setelah pensiun, kalau tidak ada semangat rasanya seperti terbuang. Saya berdiskusi dengan istri, bagaimana kalau kita buka warung kecil-kecilan,” kata Ketut Muliasa.
Dari gagasan sederhana tersebut, lahirlah Warung Ravaya Arim. Bagi Ketut Muliasa, warung yang berada di tengah suasana pedesaan tersebut bukan hanya tempat mencari penghasilan.
Warung menjadi ruang untuk kembali bertemu banyak orang, bersilaturahmi dengan sahabat lama, sekaligus berkenalan dengan orang-orang baru.
“Di tempat ini kita bisa bertemu sahabat lama, bisa bertemu dengan orang yang sebelumnya tidak kita kenal. Itu yang membuat kami kembali semangat,” ujarnya.
Perjalanan membangun usaha juga tidak selalu mudah. Ketika usaha mulai berjalan, pandemi COVID-19 menjadi salah satu tantangan besar yang harus dihadapi.
Namun, Ketut Muliasa memilih tidak menyerah. Ia berusaha menjadikan hambatan sebagai peluang dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, termasuk menerapkan konsep ruang terbuka dan menjaga jarak antarpengunjung.
“Hambatan itu kita jadikan peluang. Yang penting tetap mengikuti protokol dan jangan sampai melanggar aturan,” tegasnya.
Seiring berjalannya waktu, Warung Ravaya Arim mulai memiliki pelanggan setia. Tidak hanya masyarakat lokal, wisatawan mancanegara juga menjadi bagian dari pelanggan warung tersebut. Ketut Muliasa menyebut sekitar 40 persen pelanggannya merupakan warga asing.
Konsep warung dengan suasana pedesaan dan persawahan menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Lokasinya berada di Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, kawasan yang juga memiliki potensi wisata persawahan dan alam. (dispar.tabanankab.go.id)
Menariknya, di tengah kesibukannya mengelola usaha, Ketut Muliasa masih menyempatkan diri bertani. Baginya, bertani bukan semata-mata aktivitas ekonomi, tetapi juga cara untuk mengenang masa kecil sekaligus menjaga hubungan dengan akar kehidupan di desa.
“Jadi petani itu harus bangga. Pertanian yang memberikan hidup dan kehidupan bagi kita semua. Saya bertani sekadar hiburan, sekaligus mengenang masa kecil,” tuturnya.
Dalam kehidupan keluarga, Ketut Muliasa dan istrinya dikaruniai seorang anak perempuan. Kehadiran anak, menantu dan cucu menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
Kini, di usia yang tidak lagi muda, ia memilih menjalani kehidupan dengan tetap aktif, produktif dan bersyukur.
Menurutnya, masa pensiun justru dapat menjadi kesempatan untuk memulai babak baru dalam kehidupan. Tidak harus selalu dalam bentuk pekerjaan besar, tetapi bisa dimulai dari sesuatu yang sederhana dan dilakukan dengan sungguh-sungguh.
“Yang penting kita tetap bersemangat, sehat dan bersyukur. Bahagia adalah pilihan. Kita pilih bahagia saja,” pungkas Ketut Muliasa.
Warung Ravaya Arim & Villa Tengah Sawah diharapkan tidak hanya menjadi tempat menikmati kuliner dengan suasana pedesaan, tetapi juga menjadi bukti bahwa pensiun bukan akhir dari produktivitas. Dengan kemauan untuk terus bergerak, masa setelah pensiun pun dapat menjadi awal dari perjalanan baru yang penuh makna.








