
KETAPANG — Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia bukan sekadar rutinitas seremoni tahunan, melainkan momen refleksi mendalam untuk merawat ingatan sejarah sekaligus mengukuhkan arah masa depan bangsa. Angka 81 menandai perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam menjaga kedaulatan, memperkuat persatuan, dan menghidupkan nilai-nilai luhur Pancasila di segenap penjuru Nusantara.
Secara nasional, kemerdekaan adalah tumpuan untuk mewujudkan keadilan sosial dan kemandirian bangsa. Semangat juang para pahlawan tidak lagi diterjemahkan melalui angkat senjata, melainkan melalui kerja keras, inovasi, integritas, serta pengabdian dalam mengisi pembangunan.
Di tingkat lokal, khususnya di bumi Tanah Kayong, Kabupaten Ketapang, makna kemerdekaan berakar kuat pada nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong, keharmonisan antar-etnis, dan tradisi bekerja bersama untuk kemajuan daerah. Kemerdekaan sejati tercermin ketika semangat kebangsaan menjiwai tata kelola pemerintahan hingga ke tingkat tapak, menghidupkan desa sebagai bagian penting dari ketahanan dan kemajuan daerah.
1.Upacara Pengibaran Sang Merah Putih Berlangsung Khidmat
Upacara pengibaran Sang Merah Putih oleh Paskibra bersama prajurit TNI dan Polri berjalan dengan presisi dan khidmat.
Saya Bupati Ketapang memimpin pembacaan teks Pancasila, disusul pembacaan Pembukaan UUD 1945 oleh Kepala Dinas Perkim, serta pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan oleh Ketua DPRD Ketapang.
2.Remisi Humanis dan Apresiasi Desa Berprestasi
Sebagai penanda bahwa nilai kemerdekaan harus dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, Pemkab Ketapang menyerahkan SK Remisi bagi narapidana dan anak binaan sebagai bentuk kesempatan kedua untuk kembali menjalani kehidupan dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.
Selain itu, penghargaan diberikan kepada empat desa yang dinilai berhasil menjadi bagian penting dalam mendorong inovasi dan pembangunan daerah, yakni:
-Juara 1 Kabupaten dan Provinsi: Desa Kalinilam, Kecamatan Delta Pawan — sukses menjadi teladan inovasi desa hingga tingkat provinsi.
–
-Juara 2: Desa Mekarjaya, Kecamatan Sei Melayu Rayak.
–
-Juara 3: Desa Baru, Kecamatan Benua Kayong.
–
-Pemenang Kategori Prestasi: Desa Rangkung, Kecamatan Marau.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar desa terus menjadi ujung tombak pembangunan yang berkeadilan, mandiri, dan berbasis pada potensi masyarakat.
3.Doa Bersama Lintas Agama untuk Keberkahan dan Keselamatan Pejuang Karhutla
Rangkaian upacara ditutup dengan prosesi doa dari seluruh agama yang dipimpin oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ketapang dengan didampingi para pemuka agama.
Seluruh peserta upacara menundukkan kepala, memohon kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang agar Bumi Tanah Kayong segera diberkahi guyuran hujan untuk mengakhiri kemarau panjang, kekeringan, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Secara khusus, doa juga dipanjatkan untuk keselamatan, kesehatan, dan kekuatan bagi para petugas gabungan serta relawan yang sedang berjuang pantang menyerah memadamkan api di lapangan.
Secara khusus, doa juga dimohonkan untuk keselamatan, kesehatan, dan kekuatan bagi para petugas gabungan serta relawan yang sedang berjuang pantang menyerah memadamkan api di lapangan. Peringatan HUT ke-81 RI ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan Ketapang hidup dalam kepedulian, kebersamaan, dan ketulusan doa) kaperwil Kalbar Thomas dp)








