
Kalimantan Barat 29/8/2026
Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng / TBBR, Panglima Jilah
angkat bicara terkait isu Kebakaran Hutan dan Lahan / Karhutla* di Kalimantan Barat.
Usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto
Panglima Jilah meminta agar masyarakat yang menjalankan *
praktik berladang adat* tidak langsung disalahkan dalam persoalan Karhutla.
Menurut Panglima Jilah, praktik berladang yang dilakukan masyarakat adat memiliki
karakteristik berbeda* dengan aktivitas pembukaan lahan oleh perusahaan perkebunan.
Berladang adat itu sudah turun temurun. Ada aturan adatnya, tidak sama dengan pembakaran untuk perkebunan skala besar,”_ demikian poin yang disampaikannya.
Pernyataan Panglima Jilah ini mendapat perhatian luas dari masyarakat Dayak di Kalbar. Banyak yang berharap pemerintah bisa membedakan antara kearifan lokal masyarakat adat dengan praktik pembakaran lahan yang merusak.
Hingga saat ini, pemerintah terus berupaya menekan angka Karhutla di Kalbar menjelang puncak musim kemarau.
REDAKSI MEDIA http://PATROLI86COM
PanglimaJilah Peladang Karhutla Kalimantan Barat TBBR Prabowo Adat Dayak Patroli 86
PANGLIMA JILAH BERSUARA!*
JANGAN SALAHKAN PELADANG ADAT ATAS KARHUTLA
Usai bertemu Presiden Prabowo, Pemimpin Besar TBBR Panglima Jilah minta masyarakat adat tidak langsung dituduh dalam kasus kebakaran hutan dan lahan.
Berladang adat beda dengan perkebunan. Ada aturannya) kaperwil Kalbar Thomas dp)








