
Ketapang, Kalimantan Barat 7 September 2026, Pukul 12.00 WIB*
Keluhan warga terkait kelangkaan BBM jenis Pertalite kembali mencuat di *Kota Kabupaten Ketapang*. Seorang warga menyampaikan keresahannya kepada awak media Patroli86.com saat berada di warung kopi.
Pernyataan Warga
BBM di Kota Kabupaten Ketapang seolah-olah ada yang berkuasa*,” ujar warga tersebut kepada media http://Patroli86.com, Minggu 7 September 2026.
Warga menyoroti fenomena saat SPBU tutup, maka *semua pengecer juga ikut tutup dan tidak ada yang menjual Pertalite*.
Kerana di Kota Ketapang ini BBM nya kalau tutup satu tutup semuanya. Maka apa kata warga mengatakan kalau memang tidak ada salah satu yang megang kekuasaan di kota ini*,” lanjutnya.
Dampak di Lapangan*
Pantauan di jalan, warga menyebut ada pengendara motor yang sampai *didorong karena kehabisan BBM* dan tidak menemukan Pertalite.
Di tingkat pengecer, yang tersedia hanya Pertamax dengan harga Rp 18.000 per liter Harga tersebut dinilai memberatkan masyarakat.
Tolong pihak aparat penegak hukum itu dipantau lah dengan pasti. Jangan sampai memancing kebisingan masyarakat. Terlanjur Ketapang ini masih kondusif*,” pinta warga.
Catatan Redaksi*
Hingga berita ini diturunkan,
Media http://Patroli86.com* belum mendapatkan klarifikasi resmi dari Pertamina, Hiswana Migas Ketapang, dan Polres Ketapang* terkait distribusi dan pengawasan BBM bersubsidi di wilayah tersebut.
Kami mendesak pihak terkait segera melakukan *sidak dan pemantauan* agar distribusi BBM bersubsidi tepat sasaran dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat
KELANGKAAN PERTALITE KETAPANG LAGI*
“BBM di Ketapang seolah ada yang berkuasa”
Ujar warga di warung kopi, 7/9/2026
SPBU tutup = semua pengecer tutup. Pertalite kosong.
Yang ada Pertamax 18rb/L. Ada motor sampai didorong karena kehabisan.
Warga minta PolresKetapang & Pertamina pantau.
Jangan sampai Ketapang yang kondusif jadi gaduh








