
Manna – Ada pesan kuat yang menggema di Masjid At-Taubah Rutan Kelas IIB Manna pada pelaksanaan Pesantren Kilat hari ke-21, Kamis 17 September 2026. Bukan sekadar pengajian rutin, namun ajakan untuk menjadikan Rutan sebagai titik hijrah dan ladang introspeksi diri.
Poin penting inilah yang ditekankan oleh Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rio Trisna Dayu, S.I.Kom., M.A.P. selaku penceramah pada Pengajian Rutin Kamis Pagi. Di hadapan puluhan Warga Binaan Pemasyarakatan, ia menegaskan bahwa masa pidana bukanlah akhir dari perjalanan hidup, melainkan kesempatan yang diberikan Allah SWT untuk memperbaiki diri.
“Yang paling penting dari pengajian hari ini adalah bagaimana kita memaknai Rutan ini sebagai tempat hijrah. Hijrah dari kebiasaan buruk menuju kebaikan, dari kelalaian menuju kedekatan dengan Allah. Jangan ratapi masa lalu, tapi perbaiki masa depan dengan taubat dan amal saleh,” tegas Rio dengan penuh semangat.
Pesan tersebut disambut khidmat oleh seluruh Warga Binaan. Mereka tampak merenung dan menghayati setiap kalimat yang disampaikan. Suasana Masjid At-Taubah pagi itu benar-benar menjadi ruang perenungan yang mendalam.
Kepala Rutan Kelas IIB Manna Hannibal, S.Sos., M.Si. turut menguatkan poin tersebut. Ia menyebut bahwa inilah esensi utama dari pembinaan kerohanian yang terus digalakkan di Rutan Manna.
“Poin hijrah inilah yang terus kami tanamkan. Kami tidak hanya ingin Warga Binaan sekadar menjalani pidana, tapi benar-benar menjadikan Rutan sebagai tempat menempa hati dan memperbaiki diri. Ketika keimanan sudah kuat, insyaAllah mereka akan siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ujar Hannibal.
Kegiatan Pesantren Kilat yang dipantau langsung oleh JFU Pembina Kerohanian dan petugas pengamanan ini berjalan dengan aman, kondusif dan penuh makna, memberikan harapan baru bagi Warga Binaan Pemasyarakatan Rutan Kelas IIB Manna.
By Vieter sebitu patroli 86







