
TANGGAMUS, LAMPUNG – Proyek Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 di SD Negeri 1 Gunung Megang, Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus, menjadi sorotan.
Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, Jl. Argomulyo, Gunung Megang, pada Minggu, 20 September 2026, pukul 14.15 WIB, ditemukan beberapa kejanggalan.
Keramik Diduga KW3
Kualitas keramik lantai yang terpasang diragukan. Saat dilakukan pengecekan, permukaan keramik mudah berbekas ketika dicoret, yang mengindikasikan penggunaan keramik KW3,bukan KW1 Grade A.
Padahal, dalam Petunjuk Teknis Revitalisasi 2026, material lantai wajib memenuhi SNI 14411:2017, Grade A/KW1, dengan kriteria tidak gompal, presisi, warna seragam, dan lebar nat 2-3 mm. Fakta di lapangan,terlihat kualitas keramik diduga tidak sesuai juknis
Untuk Papan Informasi Anggaran Tertutup,Pada papan informasi proyek yang terpasang di depan sekolah, nilai besaran anggaran tidak terlihat jelas karena tertutup oleh papan Rambu Peringatan K3. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan terkait transparansi penggunaan dana APBN Tahun Anggaran 2026.
Sesuai ketentuan, papan proyek seharusnya mencantumkan nilai bantuan secara terbuka kepada publik.
Pengakuan Penjaga Sekolah
Saat dimintai keterangan, penjaga sekolah yang juga mengaku sebagai anggota P2SP ,(Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan) menjelaskan
“Pembelian material bangunan sudah ditentukan oleh kepala sekolah selaku penanggung jawab. Saya di sini sebagai penjaga sekolah ini dan selaku anggota P2SP juga.”
Rangka Kuda-Kuda Diduga Bukan Baru, Awak media juga meragukan penggunaan rangka baja kuda-kuda yang baru. Di lokasi tidak ditemukan sisa material rangka baja baru. Yang terlihat justru material bekas. Dugaan ini menguat karena bagian atas ruangan sudah tertutup plafon, sehingga kondisi rangka tidak dapat dilihat secara langsung.
Proyek tersebut diketahui dilaksanakan oleh P2SP dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender (Juli–Desember 2026) dan bersumber dari APBN 2026.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SDN 1 Gunung Megang belum berhasil dikonfirmasi.
Maulani








