
Polres Bangli, – Pagi itu, halaman SMP Negeri 2 Tembuku tidak seperti biasanya. Rabu (23/9/2026) pukul 07.30 WITA, ratusan siswa berseragam putih biru duduk rapi bukan untuk upacara, melainkan untuk sebuah dialog dari hati ke hati bersama polisi.
Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Bangli datang bukan untuk menggurui, tapi untuk menjadi sahabat. Dipimpin Kasat Binmas AKP I Wayan Wista, mereka hadir membawa pesan penting: keamanan itu dimulai dari diri sendiri.
Kegiatan pembinaan Harkamtibmas ini disambut hangat oleh Kepala Sekolah, dewan guru, dan seluruh siswa.
” Kami sangat berterima kasih. Kegiatan seperti ini yang kami butuhkan, agar anak-anak kami paham bagaimana menjaga lingkungannya sendiri dengan penuh tanggung jawab,” Ujar Kepala SMPN 2 Tembuku membuka acara.
Dengan gaya komunikatif yang dekat dengan dunia remaja, AKP I Wayan Wista menyampaikan tiga pesan yang langsung mengena.
Ia mengingatkan bahwa tertib lalu lintas adalah bentuk kasih sayang pada diri sendiri. Ia menguraikan empat pemicu utama kecelakaan: faktor manusia, kendaraan, jalan, dan cuaca.
” Kecelakaan sering terjadi karena kombinasi faktor itu. Misalnya sudah ngebut, ditambah ban pecah. Tertib itu bukan karena ada polisi, tapi karena kita ingin pulang dengan selamat,” Pesannya.
Mengajak siswa kembali pada nilai luhur Catur Guru: Guru Rupaka (orang tua), Guru Pengajian (guru di sekolah), Guru Wisesa (pemerintah), dan Guru Swadhyaya (Tuhan). Empat sosok yang wajib dihormati untuk menjadi manusia seutuhnya.
” Jangan pernah bully teman kalian. Baik dengan kata-kata, fisik, apalagi di media sosial. Luka fisik bisa sembuh, tapi luka karena dibully bisa membekas seumur hidup,” Tegas AKP Wista. Suasana lapangan yang tadinya riuh, seketika hening mendengar pesan itu.
Pesan tersebut diperkuat oleh Ps. Kanit Bintibsos Sat Binmas Aiptu I Wayan Rapi menjelaskan bahwa masa remaja adalah masa pencarian jati diri yang penuh gejolak emosi. Jika tidak dikelola dengan baik, bisa terjerumus pada kenakalan remaja seperti narkoba, pergaulan bebas, hingga tawuran.
” Kami datang ke sini untuk mencegah, bukan menghukum. Kalian semua adalah harapan Bangli. Jaga diri, jaga teman, jaga sekolah,” Tutupnya.
Hingga akhir kegiatan, suasana tetap kondusif dan penuh keakraban. Tak ada jarak antara polisi dan pelajar. Yang ada hanya komitmen bersama: menjaga Bangli tetap aman, dimulai dari gerbang sekolah.









