
SIMPANG HULU,, patroli 86.com ,, 27 September 2026 — Sejumlah unsur masyarakat Kecamatan Simpang Hulu menggelar pertemuan dalam rangka membahas pembentukan sebuah organisasi kemasyarakatan yang diharapkan menjadi wadah bersama dalam menjaga kondusivitas, kearifan lokal, serta keamanan dan ketertiban di wilayah Kecamatan Simpang Hulu.
Pertemuan yang dilaksanakan pada Minggu, 27 September 2026, bertempat di CAFE MAI NINGATH MORI, tersebut dihadiri berbagai unsur, di antaranya Camat Simpang Hulu, Kapolsek, Danramil, para ketua paguyuban, pemuka agama, pihak perusahaan, tokoh masyarakat, serta pemuda.
Dalam pertemuan tersebut, seluruh peserta menyepakati pentingnya membentuk sebuah organisasi kemasyarakatan sebagai wadah bersama untuk menjaga keharmonisan dan kondusivitas wilayah, sekaligus menjadi ruang komunikasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang muncul di tengah masyarakat.
Selain itu, organisasi tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan perusahaan yang berinvestasi di Kecamatan Simpang Hulu. Dengan demikian, keberlangsungan investasi dapat berjalan secara baik dan selaras dengan kepentingan serta kesejahteraan masyarakat setempat.
Pertemuan tersebut difasilitasi oleh Lembaga RANGKAYA JAGA BANUA, yang diketuai oleh Bapak Hentakun, dengan Tungkat Tangan Rangkaya Bapak L. Intot Suherman.
Dalam proses pemilihan koordinator, peserta rapat secara aklamasi menetapkan Bapak Fransiskus Adiki, S.I.P., yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Balai Pinang, sebagai Ketua Koordinator organisasi kemasyarakatan yang akan dibentuk tersebut.
Dalam keterangannya, Fransiskus Adiki menyampaikan bahwa masyarakat Kecamatan Simpang Hulu memiliki sumber daya manusia yang maju secara intelektual serta memiliki kapasitas dan kredibilitas dalam menghadapi berbagai persoalan sosial di wilayahnya.
“Secara SDM, masyarakat Simpang Hulu adalah masyarakat yang maju secara intelektual dan mempunyai kredibilitas. Saya yakin kita mampu menyelesaikan berbagai persoalan dan konflik sosial yang ada di daerah kita sendiri, tanpa harus selalu bergantung pada pihak luar, asalkan kita kompak dan solid,” ujar Fransiskus.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, persatuan, serta keberlangsungan kehidupan sosial di Kecamatan Simpang Hulu tanpa membedakan latar belakang suku, ras maupun agama.
Menurutnya, kekuatan utama masyarakat Simpang Hulu terletak pada persatuan dan kemauan untuk bersama-sama menjaga daerah.
“Mari kita bersama-sama menjaga Simpang Hulu yang berdaulat, aman, dan kondusif. Kita tidak boleh memandang perbedaan suku, ras maupun agama sebagai penghalang untuk bersatu. Justru keberagaman inilah yang harus menjadi kekuatan kita bersama,” ungkapnya.
Pertemuan lanjutan akan kembali dilaksanakan untuk membahas dan menetapkan nama organisasi kemasyarakatan yang dinilai paling tepat, sekaligus menyusun struktur organisasi serta arah dan program kerja ke depan.
Pembentukan organisasi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat komunikasi, persatuan, dan sinergi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kearifan lokal, keamanan, kondusivitas, serta pembangunan Kecamatan Simpang Hulu.
KAPERWIL KAL BAR THOMAS DP)








