
TANGGAMUS, Patroli86.com – Proyek Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan SDN 2 Tekad, Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus Tahun 2026 senilai Rp 535.913.578, yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026,diduga dikerjakan tidak sesuai RAB dan Juknis.
Berdasarkan papan nama kegiatan yang terpasang di lokasi, pekerjaan Revitalisasi Satuan Pendidikan SDN 2 Tekad dilaksanakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SDN 2 Tekad, mulai 27 Agustus 2026,dengan waktu pelaksanaan ,100 Hari Kalender, beralamat di Pekon Tekad, Kec. Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus.
Hasil investigasi Patroli86.di lapangan, Minggu (27/09/2026), menemukan sejumlah kejanggalan.
Atap 0,3mm, Spek Kanopi Warung
Tim Patroli86.com mengukur langsung atap multiroof pasir yang terpasang menggunakan jangka sorong digital. Hasilnya jelas, 0,3mm.
Padahal Juknis Revitalisasi Kemendikbudristek mewajibkan atap multiroof pasir minimal 0,40mm BMT SNI AZ100. Atap 0,3mm adalah spek untuk kanopi warung, mudah penyok, mudah terbang, dan 1 tahun pasti karat bocor.
Keramik Dinding BIII Dipasang di Lantai, Kode T2 = KW2
Di ruang kelas, terpasang keramik 40×40 merk Mulia Tile dengan kode di punggung ,T2, yang artinya KW2 / Grade 2.
Di kardusnya tertulis Group BIII Ev>10%. Secara teknis SNI ISO 13006:2018, Group BIII adalah untuk keramik dinding yang berpori. Untuk lantai harusnya Group BIb Ev<3%,yang padat dan kuat.
Pekerja di lokasi berinisial A menyebut keramik tersebut memang KW2.
Keramik Kamar Mandi Standar Malaysia, Untuk kamar mandi, ditemukan keramik 25×40 merk MS dengan kardus bertuliskan SIRIM MS ISO 13006:2020. Itu adalah Standar Malaysia, bukan SNI Indonesia. Di kardus tidak ada cap KW1 / PRIME. Nat miring dan motif tidak nyambung, ciri khas keramik KW2.
Jendela Tanpa Besi dan Dinding Retak Buaya,Temuan paling membahayakan, penopang bawah jendela tanpa besi sama sekali, hanya adukan semen. Ini melanggar SNI 2847-2019 Beton Bertulang, dan membahayakan siswa.
Dinding luar juga mengalami retak buaya di semua sisi, diduga akibat adukan miskin semen. Pekerja A menyebut adukan 4 angkong pasir : 1 sak semen.
Upaya Konfirmasi, Kepsek Tidak Ada di Rumah,Hari ini, awak media Patroli86. mendatangi kediaman Kepala Sekolah SDN 2 Tekad untuk meminta klarifikasi resmi terkait temuan atap 0,3mm dan keramik Group BIII tersebut.
Namun yang bersangkutan tidak ada di rumah maupun di lokasi proyek. Menurut pengakuan suaminya, yang bersangkutan sedang tidak ada di rumah.
Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Sekolah, Ketua P2SP, dan Konsultan Pengawas belum berhasil dikonfirmasi. Patroli86.com masih membuka ruang hak jawab sesuai UU Pers No.40 Tahun 1999.
Media Patroli86.meminta Kepala Dinas Pendidikan Tanggamus, Inspektorat, dan Kejaksaan Negeri Tanggamus untuk segera melakukan audit mutu. Proyek yang dibiayai negara Rp 535 Juta ini harus diperbaiki sesuai RAB KW1 SNI.
Redaksi menyimpan bukti asli foto papan kegiatan, pengukuran atap, keramik T2, dan rekaman keterangan pekerja.
Maulani








