
BANDAR LAMPUNG, Patroli86.com – Gubernur Lampung,Rahmat Mirzani Djausal resmi mengucurkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar ,Rp 10 Juta per pekon/desa, untuk seluruh desa di Provinsi Lampung Tahun 2026 melalui program unggulan ,”Desaku Maju”
Berdasarkan SK Gubernur Lampung, bantuan ini menyasar 2.446 desa, di 15 kabupaten se-Lampung. Total anggaran yang digelontorkan mencapai ,Rp 24,46 Miliar, yang ditransfer langsung ke rekening kas desa.
Langkah ini diambil Gubernur Mirza untuk memperkuat ekosistem ekonomi desa dan meningkatkan akurasi data pembangunan dari tingkat pekon, di tengah terbatasnya ADD reguler.
Rincian Alokasi Rp 10 Juta Per Pekon,
1). Kepala Desa: Rp 1.000.000 / tahun,
Sebagai tambahan insentif kinerja kepala pekon.
2.) Operator Desa: Rp 2.000.000
Insentif khusus bagi operator input data desa yang mengelola 5 aplikasi krusial, Lampung-In, Prodeskel, Epdeskel, Indeks Desa, dan Jagadesa. Ditujukan untuk meningkatkan ketepatan waktu dan validitas pelaporan pembangunan.
3.) Ketua RT dan Kader Posyandu: Rp 7.000.000
Total Rp 7 Juta per pekon dibagi rata untuk operasional layanan masyarakat di tingkat RT dan Posyandu.
Program Desaku Maju sendiri yang diluncurkan perdana 3 Juni 2025 di Desa Wonomarto Lampung Utara, tidak hanya BKK. Pemprov juga mengalokasikan Pupuk Organik Cair Rp 11,6 Miliar untuk 1.500 lokus, 82 unit mesin dryer Rp 27,36 Miliar, dan pelatihan vokasi Rp 6 Miliar.
Gubernur Mirza menegaskan, pembangunan Lampung harus dimulai dari desa.
“Kami percaya pembangunan Provinsi Lampung harus dimulai dari desa. Apabila desa tumbuh, maka ekonominya akan tumbuh,” tegas Mirza dalam berbagai kesempatan.
Dengan BKK Rp 10 Juta ini, Pemprov berharap BUMDes menjadi motor penggerak ekonomi dan kesejahteraan perangkat desa meningkat.
Maulani








