
Petinju asal Sukadana Kalbar ini kembali naik ring setelah sekitar 25 bulan absen. Hasilnya? Menang ko atas petinju Filipina, Ador Torres! Next, ia malah ingin menantang sang legenda dunia, Manny Pacquiao. Ujarnya depan publik
Kalau ini terwujud, wow keren. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!
Ini bukan comeback biasa,Ini seperti pejabat sudah nyaman duduk di kursi empuk, tiba-tiba kembali masuk gelanggang. Bedanya, Daud bukan kembali untuk kampanye mencari suara, melainkan menguji pukulan. Torres boleh berjuluk The Terminator, tetapi malam itu ia berhadapan dengan petinju yang belum bersedia menjadi fosil olahraga.
Usia Torres sekitar delapan tahun lebih muda. Berat timbangannya 68,9 kilogram. Sedangkan Daud 69,8 kilogram. Tinggi keduanya sekitar 1,70 meter. Di atas kertas, Torres punya keuntungan usia. Namun, tinju bukan lomba lari mengejar diskon. Pengalaman Daud sudah bertahun-tahun ditempa di ring internasional.
Rekor profesional Daud juga bukan kaleng-kaleng: 43 kemenangan, 31 di antaranya KO, empat kekalahan, dan satu no contest,Tiga puluh satu KO, wak! Kalau semua lawannya dikumpulkan untuk reuni, mungkin panitianya harus menyediakan konsumsi ekstra dan sesi konsultasi kenangan pahit.
Kemenangan atas Torres mengantarkan Daud dalam perebutan sabuk ABF Diamond kelas super welterweight. Ini berbeda dari gelar IBA kelas super ringan yang dipertahankannya ketika menang KO atas Hernan Leandro Carrizo pada 7 September 2024.
Menariknya, pertarungan melawan Carrizo berlangsung sekitar tiga minggu sebelum Daud dilantik menjadi anggota DPD RI pada 1 Oktober 2024. Setelah sekitar 25 bulan tidak bertanding, ia kembali naik ring. Rupanya, masa vakum bukan berarti mesin dimatikan.
Hanya masuk bengkel, mengganti oli, lalu kembali mengaum!Katanya depan publik
Di sini ada pelajaran pantas ditiru. Jabatan tidak harus membunuh gairah dan prestasi. Daud menjalankan tugas sebagai senator sekaligus menjaga semangat bertinjunya.Tentu, tugas senator bukan adu pukul. Di ring, lawan dihadapi dengan tinju; di parlemen, persoalan rakyat harus dihadapi dengan gagasan dan keputusan.
Sekarang, target Daud lebih gila, Manny Pacquiao! Akan mau di hadapinya katanya
Kubu Daud sebelumnya menyebut Back to Champion 2026 sebagai bagian dari program Road to 2027 menuju kemungkinan duel tersebut. Pacquiao sendiri pernah menjadi anggota DPR Filipina pada 2010,dan senator pada 2016. 2022.katanya
Kalau pertarungan ini terwujud, dunia tinju bisa geger. Dua petinju pernah mencicipi politik kembali bertemu di ring.
Promotor mungkin perlu menyiapkan panggung ekstra besar, bukan karena badan mereka membesar, melainkan karena nama keduanya punya sejarah panjang.
Tentu, duel itu belum pasti. Harus ada kesepakatan kedua kubu dan persiapan serius. Namun, Daud sudah membuka pintu dengan kemenangan atas Torres.
Usia boleh 39 tahun, jabatan boleh senator, badan boleh agak gemukan. Selama disiplin dan nyali masih menyala,mimpi belum tamat. Ayo, Daud! Bikin Kalbar bangga, Indonesia menoleh, dan dunia tinju kembali menyebut nama kita!
Sebagai orang Kalbar, kita patut bangga sama Daud. Senator yang layak ditiru, membuat bangga negeri ini. Wajah macam Daud inilah yang mestinya menghiasi layar HP setiap hari, bukan wajah koruptor.”tapi melainkan ingin mencoba ke tahun 2027 katanya Sepakat, . Tapi, kalau benaran duel The Packman, wow itu baru keren
Thomas dp kaperwil Kalbar









