
Denpasar – Jajaran Polsek Denpasar Utara melakukan monitoring terhadap ketersediaan stok dan antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Selasa (13/10/2026) pagi. Pemantauan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kepadatan arus lalu lintas sekaligus memastikan aktivitas masyarakat dalam mendapatkan BBM berlangsung aman dan tertib.
Monitoring yang dimulai sejak pagi tersebut menyasar 11 SPBU di wilayah hukum Polsek Denpasar Utara. Dari hasil pemantauan, sebagian besar SPBU masih mengalami antrean kendaraan roda dua (R2) maupun roda empat (R4), dengan beberapa antrean bahkan memanjang hingga keluar area SPBU dan mencapai badan jalan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian personel kepolisian karena antrean yang meluber ke badan jalan berpotensi menimbulkan perlambatan hingga kemacetan lalu lintas. Personel di lapangan melakukan pemantauan dan pengaturan guna menjaga agar antrean kendaraan tetap tertib serta tidak semakin mengganggu pengguna jalan lainnya.
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., mengatakan monitoring dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan kepolisian dalam merespons perkembangan situasi di lapangan, khususnya meningkatnya antrean kendaraan di SPBU.
“Kami melakukan pemantauan secara langsung untuk mengetahui kondisi stok BBM sekaligus mengantisipasi dampak antrean terhadap kelancaran lalu lintas. Apabila antrean mulai meluber ke badan jalan, personel akan melakukan pengaturan dan langkah-langkah untuk mencegah terjadinya kemacetan,” ujar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.
Berdasarkan hasil monitoring, kondisi stok di masing-masing SPBU cukup beragam. Seperti di SPBU 54.801.41 Jalan Antasura masih memiliki Pertalite sekitar 15.000 liter dan Pertamina Dex 2.000 liter, namun antrean kendaraan R2 dan R4 terpantau cukup panjang.
Sementara SPBU 54.801.57 Jalan Nangka Utara tercatat hanya memiliki stok Pertamax Turbo sekitar 8.903 liter, sedangkan jenis BBM lainnya tidak tersedia. Kondisi antrean juga ditemukan di sejumlah SPBU lainnya.
Kasi Humas menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan sementara, kondisi antrean dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya keterlambatan pasokan BBM serta meningkatnya permintaan masyarakat terhadap jenis BBM tertentu.
“Selain persoalan pasokan, kami melihat adanya perubahan pola pengisian masyarakat, khususnya kendaraan roda dua yang sebagian beralih dari Pertamax ke Pertalite. Di sisi lain, antrean kendaraan roda empat juga cukup banyak, termasuk mobil pribadi serta kendaraan proyek dan kendaraan pengangkut material yang membutuhkan waktu pengisian lebih lama,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat menyebabkan antrean semakin panjang apabila tidak diantisipasi dengan baik. Karena itu, kepolisian terus melakukan monitoring dan pengaturan lalu lintas di sekitar SPBU yang mengalami kepadatan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tertib dan bersabar selama mengantre. Jangan mengambil jalur yang dapat mengganggu pengguna jalan lain. Personel kepolisian akan terus melakukan pemantauan dan pengaturan sesuai perkembangan situasi,” imbuh Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.
Polresta Denpasar juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memperoleh informasi perkembangan ketersediaan stok BBM. Apabila terdapat tambahan pasokan maupun perubahan kondisi di lapangan, pemantauan akan kembali dilakukan sebagai bagian dari langkah antisipasi.









